• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Datangi Pelabuhan, Petani Garam Dan Komisi B DPRD Jatim Minta Garam Impor Tidak Bocor Di Pasaran

January 31, 2018

 

Sby, MercuryFM - Takut adanya kebocoran terhadap garam impor yang sedang bersandar di pelabuhan tanjung perak, Puluhan petani garam asal pulau Madura dan Komisi B DPRD Jatim, mendatangi pelabuhan Tanjung Perak,  Surabaya,  Rabu (31/1/2018). 

 

"Sejak kabar impor garam sampai ke masyarakat, sekarang harganya turun menjadi Rp 2 ribu perkilogram. Padahal seminggu lalu masih Rp 2700 perkilonya, " kata Uget - ketua Aliansi Masyarakat Garam Sumenep. 

 

Dia mengatakan, petani garam di Madura tidak melarang garam impor asalkan sesuai dengan ketentuan. Pasalnya, jika impor itu dilakukan melebihi kuota bisa menyebabkan harga garam lokal anjlok. 

 

"Kita tidak antipati terhadap garam impor asalkan sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.

 

Para petani juga menuding, pemerintah pusat tidak transparan dalam menyampaikan kuota impor garam. Karena selama ini,  kuota garam impor cenderung meningkat setiap tahunnya. 

 

"Kami sudah menanyakan kepada pemerintah seperti kementerian perindustrian dan kementerian KKP tetapi tidak ada pemberitahuan yang jelas," katanya lagi. 

 

Mereka juga khawatir garam impor yang datang untuk sektor industri bocor ke masyarakat. Karena itu,  dia meminta agar pemerintah membentuk Satgas untuk mengatasi masalah itu. 

 

"Harus ada tindakan tegas dari pemerintah dengan membentuk Satgas Pangan. Kalau ada perembesan kebutuhan industri dan untuk konsumsi maka harus dilakukan tindakan tegas," tandasnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Firdaus Febrianto mengakui bahwa ada kapal garam impor yang bersandar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

 

"Kita sudah melihat fisik garamnya memang termasuk garam impor," katanya. 

 

Dia berharap agar impor garam yang masuk Jawa Timur tidak merusak harga garam lokal. Karena itu,  dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil instansi yang berwenang agar masalah tersebut bisa segera dicari solusinya.  

 

"Sebenarnyq kita tidak menolak garam impor asalkan peruntukannya jelas. Kalau garam impor itu merugikan rakyat maka ini yang tidak dikehendaki," ujarnya.

 

Dikatakan politisi Partai Gerindra ini, stok garam lokal pertahun mencapai 1,1 juta ton di Jatim. Sedangkan, kebutuhan garam industri di Jatim mencapai 500 ribu ton pertahun. 

 

"Karena itu kita mempertanyakan untuk apa impor garam sebanyak 2,7 ton pertahun. Untuk apa," pungkasnya.

 

Dari pantauan, puluhan petani terlihat masuk ke dalam dermaga untuk mengecek kapal barang yang bersandar. Kapal tersebut terlihat akan menurunkan garamnya ke truk yang sudah diparkir berjejer disebelah kapal. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive