• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

OJK OPTIMIS TARGET PENYALURAN KREDIT NASIONAL BISA CAPAI 12 PERSEN

January 31, 2018

 

 

Sby, MercuryFM - Tahun 2018 ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis target penyaluran kredit  yang secara nasional ditetapkan 12 persen bisa tercapai. Apalagi rata-rata perbankan memiliki permodalan yang kuat.

"Rasio kecukupan modal bank atau CAR (Capital Adequacy Ratio) 2017 sebesar 24,3 persen. Walaupun targetnya 12 persen, tidak sulit bagi perbankan di Jatim untuk mencapainya,” kata Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono kepada wartawan di Surabaya, Rabu (31/1/2018).

Heru Cahyono menjelaskan tingkat risiko kredit atau NPL di Jatim juga masih terkendali di kisaran 3,3 persen. Dengan rasio kecukupan modal yang kuat tersebut, kontribusi jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi akan signifikan. Dia membandingkan, CAR perbankan di Jatim sebesar 23 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan Asean-5 yang sebesar 18 persen.

"Artinya, selisih tersebut kalau CAR perbankan diturunkan jadi 18 persen, atau sama dengan rata-rata Asean-5, maka industri jasa keuangan punya potensi besar untuk pembiayaan hingga Rp 640 triliun," tegasnya. Tentunya, kecukupan modal tersebut menjadi landasan bagi industri jasa keuangan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia yakin, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen akan tercapai dengan dukungan industri jasa keuangan.

Sementara untuk sektor yang potensial untuk dibiayai sendiri masih didominasi tiga sektor usaha. Antara lain industri pengolahan, pertanian dan perdagangan besar dan eceran. Karena itu sejalan dengan kontribusi sektor ekonomi tersebut terhadap PDRB Jatim.

” Tiga sektor ekonomi ini masih mendominasi. Ini sejalan dengan kontribusi ketiga sektor tersebut terhadap PDRB Jatim,” jelasnya.

Sementara Kepala Eksekutif Pengawas IKNB, Riswinandi, optimistis sektor jasa keuangan mampu mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 2018 yang dipatok 5,4 persen. ”Optimistis karena dukungan solidnya indikator sektor jasa keuangan baik dari sisi pemodalan dan likuiditas, maupun tingkat risiko yang terkendali," pungkasnya.(Dani)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive