KASUS DIFTERI MENINGKAT, WALIKOTA SURABAYA LAKSANAKAN PROGRAM ORI

February 2, 2018

 

Sby,MercuryFM - Walikota Surabaya Tri Rismaharini membuka pencanangan program Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri di Surabaya pada Jum'at 02/02 2017 di Taman Bungkul. Pencanangan itu seiring dengan pelaksanaan ORI Difteri serentak yang dilakukan secara nasional. Disela acara tersebut Risma mengatakan kalau kalangan medis sejak beberapa tahun lalu sudah memprediksi bakal terjadi peningkatan penyebaran penyakit Difteri.

"Dan sekarang terbukti terjadi, tapi Surabaya belum terlambat sehingga kita lakukan gerakan ini" ujar Risma 

Risma juga mengatakan akan sangat berbahaya bagi orang yang terkena Difteri, karena bisa menular ke yang lain. Karenanya pemberian vaksin Difteri sangat penting untuk pencegahan.

Walikota wanita pertama di Surabaya itu juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai upaya mencegah Difteri.

“Yang akan kita bangun adalah bukan hanya pentingnya imunisasi.Namun, pentingnya menjaga kesehatan untuk diri sendiridan untuk orang lain,” tuturnya.

Program ORI Difteri di Surabaya akan dilaksanakan sebanyak tiga kali dalamsetahun, yang dimulai bulan Februari, Juli dan Desember. Target cakupan ORI Difteri minimal 90% dalam setiap putaran.

Sedangkan Jumlah sasaran Kota Surabaya sebanyak 753.498 anak. Pos ORI Difteri akan dilaksanakan di Puskesmas, Posyandu, Rumah Sakit, Sekolah, hingga PerguruanTinggi. Tujuannya, untuk memutus mata rantai penularan penyakit Difteri.

"Pihaknya akan menyiapkan sekitar 6.677 pos untuk mendukung berjalannya program ORI, dengan dibantu dariSatgas, DP5A dan OPD terkait.Selainitu, pihaknya mengaku juga sudah bekerjasama dengan rumahsakit dan perguruantinggi, dengan total tenaga vaksinator sebanyak 1.093 orang" kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita.
 

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menyebutkan, kasus difteri di Kota Surabaya sampai dengan tanggal 30 januari 2018  mencatat sudah ada 17 kasus klinis dengan satu hasil laboratorium positif dan terjadi peningkatan sebesar 46,7%. Dibandingkan dengan bulan Desember 2017. Dan sebesar 86,7% bila dibandingkan dengan bulan Januari 2017. Hal ini yang membuat program ORI sangat perlu dilakukan di Kota Surabaya.(Alam)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group