• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

KHOFIFAH SESALKAN PEMUKULAN GURU OLEH SISWA DI SAMPANG MADURA

February 3, 2018

 Sby, MercuryFM - Ketua Umum  Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyayangkan tragedi meninggalnya seorang guru SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura, Jawa Timur, yang diduga akibat dianiaya oleh siswanya sendiri.

 

"Ini jadi catatan kelabu wajah pendidikan di Indonesia. Seharusnya hal seperti ini tidak perlu terjadi jika antara guru dan murid paham tatakrama yang harus dijaga," ungkap Khofifah di sela menghadiri rapat pemenangan tim relawan yang dikomandani mantan ketua PKB Jatim dan ketua Umum PKNU Choirul Anam (Cak Anam) di gedung Astranawa,  Sabtu (04/02/2018). 

 

Menurut Khofifah, apa yang terjadi di Sampang tersebut sudah di luar batas kewajaran. Terlebih hingga menyebabkan guru tersebut meninggal dunia. 

 

"Secara pribadi saya sangat prihatin dan ikut berbelasungkawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kelapangan dalam menerima cobaan ini," tambahnya.

 

Peristiwa ini, lanjut calon gubernur Jatim ini, seakan menjadi bukti bahwa sekolah sebagai institusi pendidikan lebih banyak  menjalankan fungsi transfer of knowledge semata. Sedangkan, transfer of attitude belum menjadi prioritas. 

 

"Banyak orang tua menganggap jika anak sudah sekolah maka pendidikannya menjadi tanggung jawab sekolah. Padahal dalam hal pendidikan karakter itu menjadi tanggung jawab bersama sekolah, orangtua, dan masyarakat/lingkungan," imbuhnya. 

 

Terkait pelaku MH, Khofifah mengatakan, karena yang bersangkutan masih berkategori anak maka  sesuai Undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) maka pelaku harus mendapatkan proses psikososial theraphy. 

 

Dalam kesempatan ini, mantan Mentri Sosial ini juga mengkritisi munculnya permainan online bernama "Pukul Guru Anda". 

 

Game yang masuk ke dalam kategori *flash* ini bisa diakses dengan mudah, baik dari peramban di perangkat laptop maupun perangkat smartphone (desktop mode). Game ini menampilkan latar ruang kelas beserta seorang siswa yang sedang menemui gurunya. 

 

"Game tersebut sangat tidak bermanfaat dan merusak proses pendidikan  lantaran mengajarkan kekerasan terhadap  guru," imbuhnya. 

 

Oleh karena itu, lanjut Khofifah, Ia berharap Kementerian Komunikasi dan Informatika segera mengambil langkah tegas dengan memblokir situs penyedia game tersebut.(mer)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive