GUS IPUL AJAK MASYARAKAT KEMBALI KE PESANTREN

February 4, 2018

 

Sby, MercuryFM - Gus Ipul panggilan akrab calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengajak masyarakat kembali ke pesantren. Dalam sambutannya ketika membuka acara Kangen dan Bahtsul Masa-il IKSAAJ NUSANTARA, yang digelar oleh Ikatan Santri Alumni Al-Ikhsan, Jrangoan Omben Sampang, Madura, di Surabaya, Minggu (04/02/2018), Gus Ipul menyatakan, pesantren bisa menyelesaikan segala problem dengan baik.

 

"Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi, sosial dan politik, telah menyebabkan munculnya beragam persoalan. Tetapi masyarakat pesantren sudah terbiasa bergumul dengan persoalan hidup. Dan masyarak pesantren bisa menyelesaikan segala problem kehiduoan yang ada," ujar Gus Ipul.

 

Dunia pesantren, kata Gus Ipul, sudah terbiasa melakukan kajian atas berbagai masalah yang biasa berkembang di tengah-tengah masyarakat. Sebab, pesantren memiliki banyak kitab-kitab kuningan karya para ulama besar.

 

Para santri, jelas Cagub Jatim yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno,  sudah terbiasa dengan kitab-kitab klasik yang menjadi rujukan dalam penetapan hukum. Mereka belajar, membacanya berulang-ulang serta melakukan pengkajian. 

 

"Para santri seperti di pesantren Al Ikhsan Omben Jragoan ini juga sudah bisa mengaji kitab dengan para ulama," kata Gus Ipul disambut tepukan peserta bahtsul masaail.

 

Dari kitab-kitab itulah, lanjut Gus Ipul, para ulama dan kiai mengambil referensi untuk memberi jalan keluar yang dihadapi masyarakat. 

 

"Persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, dibahas oleh para ulama lewat jalan musyawarah. Musyawarahnya itu lewat forum bahtsul masaail," ujar Gus Ipul.

 

Bahtsul Masaail, sambung Gus Ipul dilakukan dengan jalan mencari dalil agama, baik lewat nash Alquran maupun hadits nabi. 

 

"Para ulama lalu berijmak. Kalau masih belum menemukan dalil yang tepat, maka para ulama akan menggunakan mekanisme qiyas. Jadi untuk sampai pada kesimpulan hukum, jalannya sangat panjang," jelas Gus Ipul.

 

Cium Tangan Megawati

 

Dalam kesempatan tanya jawab ada peserta bahtsul masaail mengajukan pertanyaan seputar cium tangan Gus Ipul kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnopuri. Menjawab itu, Gus Ipul menjelaskan, ada banyak orang yang telah berperan dalam hidupnya selama ini. Salah seorang yang dimaksud Gus Ipul adalah Megawati.

 

Selain ibu kandungnya, Nyai Sholehati, Gus Ipul pernah diasuh dan dibimbing oleh Nyai Muchassonah Iskandar selama beberapa tahun.

 

"Beliau ibundanya Pak Muhaimin Iskandar. Saya mondok dan nginapnya di rumah beliau yang merupakan kakak kandung ibu saya," ujar Gus Ipul.

 

Ditambahkan oleh Gus Ipul, Ny Nuriyah Shinta Rahman, isteri Gus Dur juga ikut berperan dalam hidupnya. Selama kuliah di Jakarta, Gus Ipul tinggal di rumah Gus Dur

 

"Bersama Muhaimin, oleh Gus Dur, ia dititipkan ke Megawati. Beberapa tahun saya ikut Bu Mega. Sampai akhirnya beliau yang membantu pernikahan saya dengan isteri saya sekarang itu," kata Gus Ipul.

 

Jadi, jelas Gus Ipul, ada lima  orang perempuan yang memiliki peran besar dalam perjalanan hidupnya selama ini. Ibu kandungnya, ibundanya Muhaimin Iskandadar, isterinya Gus Dur, Megawati dan ibu mertunya. 

 

"Masak cium tangan orang tua. ibu saya Megawati saya malah dibully," katanya disambut tawa hadirin. 

 

Sementara itu saat menutup acara pembukaan bahtsul masaail, pengasuh pondok, KH Mahrus Malik, mendoakan agar Gus Ipul sukses mengemban amanat memimpin Jawa Timur. Para peserta juga menyatakan siap membantu dan berharap Gus Ipul memenangkan kompetisi dalam pilgub jatim 2018 nanti. (mer)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group