• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

TERTANGKAP KPK, BUPATI INCUMBENT JOMBANG, PENCALONANNYA TIDAK GUGUR DI PILKADA JOMBANG

February 5, 2018

 

 

Sby, MercuryFM - -Kasus penangkapan ketua DPD Golkar Jatim yang juga Bupati Jombang Incumbent - Nyono Suharli yang akan maju lagi di pilbup Jombang,  bukan berarti akan menggugurkan pencalonannya sebagai calon bupati Jombang.

 

Ketua KPU Jatim Eko Sasmito dalam keterangan di kantor KPU Jatim, Senin, (05/02/2018), mengatakan, kasus Nyono Suharli tidak akan menggugurkan pancalonannya sebagai cabup (Calon Bupati) Jombang meski yang bersangkutan telah di tetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus suap.

 

"Aturan PKPU sudah jelas jika calon tidak bisa ikut pilkada, misalnya meninggal dunia, tidak bisa menjalankan tugas ke depan atau jadi keputusan pengadilan secara tetap. Jadi, kami tetap mengacu ke PKPU dan sepertinya tetap jalan dan tidak gugur," ujarnya.

 

Menurut Eko, saat ini pihak KPU Jatim menunggu hasil verifikasi persyaratan yang saat ini sedang dilakukan oleh Komoisioner KPU Jombang, sebelum nantinya KPU mengumumkan di tahapan penetapan calon pada tanggal 12 Februari depan.

 

"Apabila nanti dalam penelitian berkas oleh KPU Jombang lengkap persyaratan dukungan, maupun persyaratan lainnya, maka pak nyono bisa ikut tahapan pilkada hingga selesai," tegasnya.

 

Eko juga mengatakan dalam kasus ini, partai tidak bisa melakukan pergantian, sampai ada keputusan hukum secara inkrach atau tetap.

 

"Secara prinsip untuk masalah pencalonan bupati Jombang ini pihaknya tetap menunggu proses penetapan hukum secara resmi dari pengadilan. Dimana keputusan KPU tersebut sesuai dengan PKPU 3 tahun 2017," pungkasnya.

 

Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia  (KPU RI), Arief Budiman ketika dikonfirmasi melalui telpon genggamnya menegaskan, peserta Pilkada yang telah terdaftar di KPU tidak bisa dibatalkan atau diganti calon lain meskipun terkena OTT KPK. Calon bisa diganti kalau tidak lulus tes kesehatan dan berhalangan tetap dan pengertian berhalangan tetap adalah meninggal dunia. 

 

“Meskipun ditetapkan sebagai tersangka yang bersangkutan bisa mengikuti proses Pilkada sampai selesai. Kalau sudah ditetapkan sebagai calon dalam tahapan penetapan nanti," ujarnya.

 

Arief Budiman juga mengatakan jika Nyono akan tetap dilantik jika menang dalam Pilkada kali ini, selama belum ada keputusan pengadilan karena belum mempunyai kekuatan hukum tetap. 

 

"Memang kedengarannya janggal, terkena OTT KPK masih bisa ikut Pilkada. Undang-Undangnya memang seperti itu dan KPU bekerja berdasarkan UU,” imbuhnya.

 

Dalam pilkada Jombang, Bupati Nyono Suharli kembali ikut Pilkada serentak Kabupaten Jombang, bergandengan dengan yang berlangsung serentak 2018. Ia berpasangan dengan Subaidi Muhtar. Pasangan ini diusung beberapa partai antara lain Partai Golkar, PKS, PKB, PAN, serta Partai NasDem dengan total kursi hingga 27 kursi di parlemen.

 

Di Kabupaten Jombang, selain pasangan ini, juga dua pasangan lainnya mendaftarkan diri ikut pilkada yaitu Wakil Bupati Jombang Moendjidah dengan pasangannya Sumrambah yang diusung tiga partai politik yaitu PPP, Partai Demokrat dan Partai Gerindra. Selain itu, mereka juga didukung Partai Perindo.

 

Ketiga adalah pasangan M Syafiin - Choirul Anam yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Hanura. Selain itu pasangan dengan akronim Syhrul ini juga didukung partai nonparlemen, yaitu PKPI dan PBB. (ari) 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive