• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

PROSES COKLIT OLEH KPU UNTUK JATIM SAMPAI SAAT INI MASIH 65 PERSEN

February 7, 2018

 Sby, MercuryFM - Program Coklit (pencocokan dan penelitian) yang dilakukan oleh KPU sampai saat ini ternyata belum memenuhi seluruh target untuk jumlah pemilih dijatim yang akan digunakan untuk pilgub jatim dan pilkada serentak 2018.

 

Pendataan pemilih pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 baru mencapai 65 persen. Kondisi tersebut terjadi karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menemukan sejumlah kendala di lapangan.

 

"Pendataan pemilu yang sudah kita mulai pada 20 Januari kemarin sampai dengan saat ini data yang masuk baru 65 persen," kata komisioner KPU Jawa Timur Choirul Anam di kantor KPU Jawa Timur pada Rabu (7/2/2018)

 

.Anam mengatakan, beberapa kendala yang ditemui petugas diantaranya adalah sulitnya menemui pemilih, terutama yang ada di perumahan dan beberapa alamat yang ditemukan tidak sinkron dengan data Dinas Kependudukan.

 

"Para petugas masuk kerumah untuk Coklit (Pencocokan dan Penelitian). Kendalanya pemilik yang ada dirumah mewah atau apartemen sulit ditemui oleh petugas pemutakhiran," tambahnya.

 

Namun meski begitu kata Anam pihaknya memprediksi, jumlah pemilih dalam Pilgub Jatim 2018 tidak akan berbeda jauh dari Pilkada serentak 2017 lalu, meski dari hasil verifikasi, ditemukan sejumlah perbedaan antara data pemilih dan penduduk di beberapa kabupaten/kota di Jatim.

 

"Kalau saya memprediksi tidak akan berbeda jauh. Karena di beberapa wilayah memang penduduknya lebih kecil ketika sudah dilakukan pemutakhiran data," jelasnya.

 

Selain melakukan pendataan di rumah, petugas juga mendata pemilih yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Timur. Dipermirakan, jumlah pemilih di Lapas yang ada di Jatim mencapai 28 ribu orang. "Cukup besar kalau yang ada di Lapas. Nantinya akan ada TPS khusus," tegasnya lagi. Anam menegaskan, petugas di lapangan juga tetep akan mendata pemilih yang belum melakukan perekaman e KTP.

 

Nantinya, mereka akan diberi form khusus, sehingga tetap bisa mencoblos saat Pemilihan digelar. "Pemilih yang belum memiliki KTP elektronik akan kita data tetapi disarankan untuk melakukan perekaman di dispenduk setempat. Tapi, mereka akan diberikan form khusus ACKWK agar bisa menggunakan hak pilihnya," pungkasnya. (ari)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive