MEMBANGUN AWARENESS MASYARAKAT AKAN DAMPAK SAMPAH YANG KITA HASILKAN

February 8, 2018

""

Sahabat, Di tanggal 21 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai hari peduli sampah. Dan tentunya tidak hanya sebuah peringatan, tapi juga harus sudah menjadi kewajiban kita untuk juga peduli pada dampak sampah yang suda kita hasilkan. Dan Komunitas Nol Sampah Surabaya, saat hadir talkshow di 96FM Mercury, mengingatkan masyarakat bahwa sampah yang sudah kita hasilkan itu dampaknya juga mempengaruhi kehidupan manusia di bumi.
 

Wawan Some - Koordinator Nol Sampah Surabaya, mengatakan "Tumpukan sampah saja di TPA, itu bisa berdampak dengan menghasilkan gas metan, dimana gas metan ini adalah gas rumah kaca yang bisa berefek 23 kali lebih berbahaya dari CO2 terhadap pemanasan global".

Indonesia beberapa waktu yang lalu masuk dalam peringkat ke 2 di dunia , sebagai negara penyumbang sampah terbanyak didunia, setelah China. Dan ada hal yang mempengaruhi juga dari segi parawisata yang berkaitan dengan sampah, dimana sempat viral foto seorang peselancar di Bali, dengan gulungan ombak yang ada sampah plastiknya, sehingga membuat banyak turis enggan berkunjung di Bali. Selain itu ada juga Foto yang dua bulan yang lalu Viral, yaitu kuda laut memegang cotton bud warna merah di sumbawa. 

Dan yang berbahaya juga adalah sampah berukuran mikro sebesar plankton, yang secara tidak sengaja dikonsumsi ikan, akan menyebabkan Ikan menjadi "ikan bencong" atau berubah kelamin, dari luar betina tapi organ didalam jantan. Ini kalau dikonsumsi maka juga akan berpengaruh dalam tubuh manusia. Wawan Some, menyatakan, bahwa menurut data yang ada, ikan di Makassar 30% makan plastik.

Maka dari itu , teman-teman Komunitas Nol Sampah berusaha agar masyarakat tidak hanya berfikir 2 hal saja dalam kegiatan pengurangan sampah, yaitu pakai kembali (Reuse) dan daur ulang (Recycle), masyarakat haru juga bertindak Reduce, Reuse, Recycle. Selain itu kita harus juga berfikir untuk mengurangi sampah melalui gaya hidup kita, seperti membawa tas/kantong sendiri untuk belanja, membawa botol sendiri untuk mengurangi konsumsi botol air mineral kemasan, dan membawa tempat makan sendiri saat akan jajan, selain kita ikut memikirkan dan bertindak dalam hal pengurangan sampah, kita juga menjalankan gaya hidup sehat. Jadi Rethink Reduce, Replace, Reuse, and Recycle. (YN)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group