• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

WACANA BLOKIR KTP & KK PEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN, KURANG TEGAS

February 8, 2018

 

Sby,MercuryFM - Wacana pemblokiran KTP dan KK untuk warga yang membuang sampah sembarangan, yang mengemuka dalam rapat pembahasan raperda perubahan atas Perda nomor 5 tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah, menggelitik Aktivis Lingkungan ECOTON, Prigi Arisandi untuk berkomentar. Kepada 96FM Mercury, Prigi mengatakan, menyambut baik wacana ini. Tapi Prigi menyatakan, sebenarnya wacana pemblokiran KTP dan KK bagi warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan ini, sanksinya kurang tegas. Karena menurut Prigi, harusnya sanksi bagi pembuang sampah sembarangan adalah 'potong tangan.'

"Iya, harusnya, sanksinya adalah potong tangan. Karena dengan membuang sampah, sama dengan membunuh orang. Ini karena, air adalah sumber kehidupan bagi umat manusia. Kalau air sudah terkontaminasi, tercemar dengan sampah-sampah yang dibuang sembarangan ke sungai, sama saja dengan melakukan pembunuhan," kata Prigi Arisandi.

Seperti diketahui, wacana pemblokiran KTP dan KK untuk warga yang membuang sampah sembarangan ini mengemuka, ketika Perda nomor 5 tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah, dinilai kurang maksimal untuk memberikan efek jera kepada warga masyarakat. Melihat ini, Prigi menilai, kurang maksimalnya perda tersebut, lebih karena aparaturnya yang kurang tanggap. "Teman-teman di Satpol PP kurang sigap. Mereka kurang tanggap dalam menangani kasus-kasus seperti pembuangan sampah sembarangan ini," kata Prigi.

 

Selama ini, menurut Prigi, aparaturnya yang perlu dicerdaskan dan ditegaskan. Prigi mengatakam, tidak perlu satgas khusus untuk menangani para pembuang sampah sembarangan ini, cukup Satpol PP yang bekerja maksimal, maka akan efektif. "Adanya satgas khusus, akan membuat penanganannya tambah ruwet," tegas Prigi Arisandi. Yang menjadi persoalan selama ini, menurut aktivis lingkungan ini, penegakan hukum di Indonesia, aturannya sudah bagus, tetapi aparaturnya kurang teredukasi dengan baik. (Nl)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags