• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

EKS RELAWAN PKH BENTUK RELAWAN DUKUNG KHOFIFAH - EMIL

February 9, 2018

Sby, MercuryFM - Eks relawan PKH (Program Keluarga Harapan) di Tulungagung ramai-ramai memberikan dukungam terhadap Khofifah Indar Parawansa dalam Pilgub Jatim. Mereka kemudian membentuk APIK (Asosiasi Pecinta Ibu Khofifah).

 

Ribuan kelompok anak muda yang kebanyakan eks relawan PKH ini mengaku siap menjadi salah satu mesin pemenangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak di wilayah Mataraman. 

 

Koordinator APIK Tulungagung Aris Rohman bahkan menyebut, saat ini jumlah relawan APIK sudah mencapai sekitar 5.000 orang. Mereka terdiri dari berbagai elemen anak muda di wilayah Laskar Badai Selatan –julukan Tulungagung. 

 

“Kalau massa solid, sampai hari ini, dihitung per hari ini ada sekitar 5.000, ada. Itu belum seluruh Mataraman,” kata Aris via telepon selulernya, Kamis (08/02/2018). 

 

Aris mengungkapkan, APIK diinisiasi oleh beberapa anak muda, termasuk beberapa eks pendamping PKH di Tulungangung. 

 

“Kebetulan teman-teman muda, terus ada beberapa itu memang satu bidang pekerjaan, jadi pendamping (PKH). Kemudian kita ngumpul bareng, ngobrol bareng menyatakan sikap bahwa kita siap untuk mendukung Ibu (Khofifah),” paparnya.

 

Pertimbangan Aris cs mendirikan APIK dengan tagline: Ojok Leren Dadi Wong Apik ini, karena dari awal saat masih di PKH, mereka sering ngumpul bareng dan berdiskusi tentang permasalahan kemiskinan di Jawa Timur. 

 

Karena satu frame, mengentas kemiskinan lanjutnya, bersama-sama, para anak muda di Tulungagung ini sepakat bahwa hanya Khofifah yang menjadi harapan. Saat masih menjabat Menteri Sosial, Khofifah konsisten terhadap masalah kemiskinan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. 

 

“Kemudian jalan pikiran kita sama, kemudian singkron, kenapa enggak (mendukung Khofifah-Emil)?. Kalau ini memang harus didukung ya kita dukung,” tegasnya. 

 

Relawan Apik terang Aris, akan melakukan sosialisasi dan kampanye pada saatnya nanti dari warung kopi ke warung kopi. 

 

“Sekmen kita di teman-teman muda. Nuwon sewu (maaf), kalau semacam kampanye, kita lebih dari warung ke warung, langsung ke pemilih. Kalau tradisi anak muda di sini pasti ngopi. Nah kita ajak ngobrol bareng,” pungkasnya.(mer)

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive