• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

SEBELUM PULANG ADA BOM, PENGALAMAN MAHASISWA UM SURABAYA PPL-KKN INTERNASIONAL DI YALA

February 9, 2018

 

Sby,MercuryFM - Kota Yaha Propinsi Yala dikenal sebagai daerah konflik di Thailand Selatan. Dikota inilah 17 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menyelesaikan program KKN-PPL Internasional.

 

"Sebelum pulang kami mendengar bom dan kabarnya 3 orang terluka. Didekat tempat kami tinggal sering terdengar suara tembakan" ujar Fadilah Fauziah Lubis, mahasiswi UMS.

 

Fadilah menambahkan kota Yala selalu dijaga ketat oleh tentara. Setiap ruas jalan selalu ada pemeriksaan.

 

"Pemerintah setempat juga memberlakukan jam malam bagi perempuan, karena wilayah itu rawan kejahatan" tambah Fadilah.

 

Dia mengaku sempat ingin pulang kembali ke Indonesia saat setengah bulan setelah tiba di sana karena lokasi KKN-PPL itu terpencil dan dekat hutan. Namun, karena ada perlindungan dari Kepala Dinas Pendidikan Swasta di sana dan Konsulat Republik Idonesia, keinginan pulang itu diabaikan.

 

Fadilah mengatakan, selama di sana dia dan teman-temannya mengajar bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Arab, di sekolah dan kepada warga masyarakat.

 

"Bahkan ada mahasiswa yang membuat ote-ote," katanya.

 

Masyarakat di Yaha juga belum menguasai bahasa Inggris. Termasuk yang berusia dewasa. Berbagai kendala komunikasi dan pengajaran harus dicarikan solusi.

 

Untuk mengatasi kesulitan itu, Fadilah dan beberapa temannya harus membuka Google Translate untuk berkomunikasi dan menggunakan bahasa isyarat.

 

"Mereka lebih akrab dengan bahasa Melayu Patani, susah berkomunikasi dalam bahasa Inggris," ujarnya.

 

KKN dan PPL internasional merupakan agenda rutin. Sebelumnya pernah dilakukan di negara Kamboja, kemudian Thailand. Wakil Rektor 1 UM Surabaya Azis Alimul Hidayat mengatakan Ke depan akan ada penambahan negara. Pihaknya sudah kerja sama dengan Malaysia.

 

"Dengan adanya program ini, kami berharap semakin mengenalkan budaya, bahasa, dan keberagaman di Indonesia," tuturnya.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive