• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

TAHUN 2019 BANDARA BANYUWANGI DIHARAPKAN BISA LAYANI RUTE INTERNASIONAL

February 17, 2018

Sby, MercuryFM - Di tahun 2019 mendatang Bandara Banyuwangi diharapkan bisa melayani rute internasional agar bisa lebih cepat dalam menggaet wisatawan mancanegara. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, pemerintah pusat terus mendorong Banyuwangi mengembangkan pariwisata. Daerah berjuluk The Sunrise of Java itu memiliki tiga kriteria sebagai prasyarat menjadi destinasi utama, yaitu atraksi wisata mendunia, amenitas pendukung yang lengkap, dan aksebilitas yang semakin mudah.

 

"Untuk menjadi destinasi internasional kita harus membuka penerbangan internasional," kata Arief di Banyuwangi, seperti yang dikutip dalam keterangan persny, Jumat (16/2/2018). 

 

Arief menilai capaian Banyuwangi menggaet wisatawan cukup baik. Untuk wisatawan domestik ke Banyuwangi, 497.000 wisatawan pada 2010 melonjak menjadi 4,01 juta orang pada 2016. Adapun wisatawan mancanegara (wisman) naik dari 5.205 (2010) menjadi 91.000 wisman (2017) dengan pendapatan devisa Rp 546 miliar.

 

"Sangat oke, hampir 100.000 wisman setahun. Itu luar biasa untuk daerah yang baru berbenah wisatanya. Di Sumatera belum ada sebesar itu, kecuali Riau. Dari sini kita lihat ada peluang besar bikin rute internasional agar makin banyak wisman datang," ujarnya.

 

Menurut Arief, negara yang berpotensi dijajaki rute internasionalnya adalah Australia, Malaysia, dan Singapura. Banyuwangi juga memiliki momentum sangat baik untuk menjadi bandara internasional. Terutama pada Oktober 2018 saat ada pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali, di mana ribuan delegasi dari seluruh dunia hadir. Sebagian delegasi mendarat dan parkir pesawat di Bandara Banyuwangi.

 

"Itu momentum luar biasa. Banyuwangi sudah siapkan paket-paket wisata, kementerian mendukung penuh," tegas Arief.

 

Sementara itu Dirut PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Banyuwangi, M. Awaluddin, mengatakan, pihaknya telah menjajaki kolaborasi dengan maskapai internasional. Salah satunya Jetstar, maskapai Australia.

 

"Jetstar bikin kajian, bahkan sudah survei lapangan. Saya kaget. Mereka tertarik, meminta tambah beberapa fasilitas bandara internasional, seperti counter imigrasi,"jelasnya.

 

Guna menjadi bandara internasional, Angkasa Pura II menginvestasikan Rp 400 miliar antara lain untuk memperpanjang runway dan perluasan apron.

 

"Awalnya Rp 300 miliar, tapi melihat prospek Banyuwangi kami tambah jadi Rp 400 miliar. Nanti 2019 runway-nya diperpanjang lagi 2.800 meter dan lebarnya dari 30 meter menjadi 45 meter,"ujar Awaluddin.

 

Ditambahkan Bupati Banyuwangi Azwar Anas siap memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan rute internasional itu. "Kita akan kebut banyak hal, karena aksesibilitas ini kunci memajukan pariwisata yang sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat," pungkasnya. (Dani)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive