• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

TIDAK MILIKI APBD 2018, KAB JEMBER TERANCAM TIDAK ADA PEMBANGUNAN

February 18, 2018

 

Sby,MercuryFM - Kabupaten Jember pembangunan nya terancam amburadul. Hal ini dikarenakan samoai dengan saat ini Kabupaten yang terkenal dengan makanan khas tape suwar suwir itu, belum mengesahkan dan memikiki APBD 2018. Dan imbasnya untuk anggaran tahun 2018 saat ini menggunakan anggaran 2017.

 

Belum adanya APBD 2018 dikarenakan pihak DPRD Kabupaten Jember dan Bupati Jember terjadi selisih paham. Sehingga pihak DPRD dan Pemerintah Jember dalam hal ini Bupati, tidak ada titik temu dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2018.

 

 

“Sudah ada delapan bulan lebih tak ada titik temu untuk membahas KUA dan PPAS tahun 2018 di Jember. Mereka jalan sendiri-sendiri dan tentunya hal ini yang sangat dirugikan oleh rakyat Jember," kata wakil ketua Komisi A DPRD Jatim Miftahul Ulum saat dikonfirmasi di Surabaya, minggu (18/2).

 

Politisi asal PKB yang berangkat dari Jember ini, iberharap kedua belah pihak  untuk mengesampingkan ego nya demi kepentingan rakyat.

 

”Tak kunjung disahkan tentunya menggunakan APBD 2017. Imbasnya tidak ada pembangunan di Jember. Kepentingan rakyat Jember terabaikan.Tolonglah pihak-pihak terkait kesampingkan egonya jangan mementigkan diri sendiri,” lanjutnya.

 

Dengan kondisi semacam itu, pihanya kata pria yg akrab dipanggil Cak Ulum ini, berharap Gubernur Jatim Soekarwo memanggil pihak-pihak terkait untuk duduk bersama membicarakan permasalahan tersebut.

 

”Gubernur harus jemput bola turun tangan. Ajak mereka bicara agar mereka singkirkan egonya masing-masing. Kasihan rakyat Jember akan jadi korban bila ini dibiarkan," terangnya.

 

Sementara itu, kepala Biro Administrasi Pemerintahan Pemprop Jatim, Anom Surahno, dalam keterangan melalui telpon genggamnya mengatakan, sebenarnya Gubernur Jatim Soekarwo sudah melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait tersebut.

 

”Sudah pernah dipanggil dan coba untuk dimediasi oleh gubernur. Namun, pihak-pihak sana sama-sama bersikukuh dengan pendapatnya masing-masing,” jelasnya.

 

Dan Guberbur kata Anom, akan terus berusaha untuk mendamaikan pihak-pihak tersebut.

 

”Pak Gubernur terus melakukan pendekatan kepada mereka sampai saat ini,” pungkasnya. (ari)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive