HEARING PENGGUSURAN WARGA MEDOKAN SEMAMPIR, KETUA DPRD DAN KASATPOL PP NYARIS ADU JOTOS

February 20, 2018

Sby, MercuryFM -  Rapat dengar pendapat di komisi A DPRD Kota Surabaya pada Selasa 20/02/2018 diwarnai insiden saling bentak dan tuding antara Ketua DPRD Surabaya Armuji dan Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto.Insiden itu bermula saat Armuji dengan tegas mendukung warga Medokan Semampir gang 5 RT 1/RW 8 Kelurahan Medokan, kalau akan digusur. "Kalau ada penggusuran akan kita hadang, saya siap berada didepan" tegas Armuji.Penegasan itu ditanggapi Irvan.

 

"Tidak mungkin Irvan begitu, jamannya sudah berubah" ujar Irvan berulang kali sambil bergumam. Armuji kemudian menyontohkan tindakan semena-mena satpol PP Kota Surabaya.

 

Salah satunya penggusuran kawasan PKL Bongkaran. Irvan membantah kalau itu dilakukan semena-mena. Keduanyapun tersulut emosinya. Mereka berdiri dari kursi masing-masing kemudian saling membentak dan saling tuding. Untung saja emosi keduanya bisa diredakan oleh sejumlah orang yang hadir dalam hearing itu.

 

Rapat dengar pendapat itu dilakukan menyusul aduan dari warga Medokan Semampir gang 5, karena rumah mereka akan digusur untuk perluasan kompleks makam Keputih.Armuji menegaskan seharusnya Pemkot Surabaya menyediakan dulu tempat relokasi warga, sebelum dilakukan penggusuran. Tapi ini tidak dilakukan.

 

"Sediakan dulu rumah susunnya didaerah Keputih bukan di daerah Romokalisari yang jauh dari tempat bekerja warga" tegas Armuji.

 

Armuji menambahkan kalau untuk perluasan kompleks makam Keputih saja tidak perlu penggusuran. Karena sudah dilakukan pembebasan lahan sebelumnya.Rapat dengar pendapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi A Herlina Harsono Nyoto dihadiri pula Camat Keputih Kanti Budiarto, dan beberapa warga.

 

Herlina Harsono Nyoto juga mendukung supaya Satpol PP tidak melakukan penggusuran dulu sampai ada tempat relokasi warga."Warga memang tidak punya alas hak untuk menempati lahan itu, secara aturan memang seperti itu. Tapi sediakan tempat relokasi dulu, jangan kemudian mereka 'mbambung ditepi jalan, jangan menambah kemiskinan baru" tegas Herlina.Herlina kembali menegaskan Kalau Pemkot belum punya gambaran matang, jangan dilakukan penggusuran dulu.

 

Jangan pakai tes gusur 4 rumah dulu kemudian berhenti.Dikesempatan yang sama Kasat Pol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, kalau mereka bisa menunjukkan alas hak minimal petok D akan diklarifikasi lagi."Ini sudah disosialisasikan beberapa waktu lalu di kantor kelurahan" tegas Irvan.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group