SERBUAN IMPOR DIJATIM


Sby, MercuryFM - Banyaknya impor pangan yang masuk di Jawa Timur dikeluhkan para petani. Ketua Komisi B DPRD Jatim--Firdaus Febrianto kepada 96FM Mercury mengatakan, belum lama ini menerima keluhan petani garam Madura terkait masuknya garam impor dari Australia dan India. Dari keluhan itu pihaknya mengaku melakukan sidak ke pelabuhan tanjung perak, juga telah melakukan sidak ke pabrik garam di Manyar-Gresik. Tapi ternyata dari hasil sidak itu tidak didapatkan hasil yang memuaskan. " Dari gudang itu hanya ditemukan tumpukan garam impor, pengusaha atau pemilik gudang ditemukan," kata Firdaus. Sidak dilakukan untuk melakukan perlindungan terhadap petani lokal sejak impor garam ini masuk. Firdaus menyebut kekhawatiran dari petani lokal, apabila garam impor ini untuk industri, tapi digunakan untuk komsumsi. " Petani garam khawatir ini bisa merusak pasar garam lokal, " jelasnya. Firdaus mengatakan garam di Jatim cukup aman atau surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.(nt)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group