• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

PLN DAN PENGUSAHA SEPAKAT DORONG PERTUMBUHAN EKONOMI JATIM

February 27, 2018

 

Sby, MercuryFM - PLN bersama sejumlah asosiasi bisnis di Jawa Timur, seperti Real Estate Indonesia, (REI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Asosiasi Kontraktor Listrik dan sejumlah asosiasi kalangan dunia usaha lain menjajagi peluang-peluang kerjasama untuk mendorong pertumbuhan pasar. Hal itu terlihat dari terselenggaranya Workshop Sinergi PLN dengan Dunia Usaha dalam Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur. 

 

Meski perekonomian Jatim untuk tahun 2017 mampu tumbuh 5,6 persen, tetapi untuk bisa mencapai target pertumbuhan maksimal di tahun 2018, tetap dibutuhkan sinergi semua stakeholder perekonomian. Ini dilakukan agar bisa saling mendukung, memperkuat dan mengisi kekurangan masing-masing.

 

Seperti yang dikemukakan General Manager PT PLN Dstribusi Jatim Dwi Kusnanto mengemukakan hal tersebut dalam workshop yang diselenggarakan pada Senin 26 Feberuari 2018.

 

“Kami komit dan berkeinginan kuat, mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Karena itu, saya mengajak semua kalangan terkait, swasta dan pemerintah, untuk duduk bareng mencarikan alternative-alternatif,” kata Dwi Kusnanto kepada 96 FM Mercury.

 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Jatim merupakan provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi paling stabil secara nasional pada tahun 2016-2017, yakni pada kisaran 5 persen per tahun. Sementara pertumbuhan konsumsi energy listrik, Jatim tumbuh paling tinggi mencapai 7 – 8 Persen pertahun untuk tahun yang sama. Sektor industry pengolahan makanan, pertanian, perikanan dan manufaktur menempati posisi paling besar menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut. 

 

“Situasi sekarang, dimana kita tahu ada hajat politik di Jawa Timur di tahun 2018, dan tahun depan hajat politik nasional, kita butuh menjaga kekompakan. Butuh untuk saling memperkuat dan berjalan bareng, agar Jawa Timur tetap tumbuh stabil,” tegas Dwi dalam paparan kepada peserta yang datang dari sejumlah Asosiasi Perekonomian dan dunia usaha yang ada di Jawa Timur. 

 

Sementara itu untuk sektor rumah tangga, PLN mengajak kalangan developer property, seperti REI, APERSI, APERNAS dan developer independen untuk terus membangun pemukiman baru bagi masyarakat.  Selain terus meningkatkan rasio elektrifikasi mencapai 100 persen, terhadap  pemukiman-pemukiman baru berbagai kemudahan diberikan PLN dalam menyediakan energy listrik.

 

“Sektor property sangat penting untuk terus tumbuh. Kami terus komitmen untuk menawarkan kemudahan menyediakan listrik bagi perumahan,” tambahnya. 

 

Sementara itu, Direktur Regional Jatim Bali dan Nusa Tenggara, Djoko Rahardjo Abumanan, menyampaikan, bahwa Jatim juga harus mendorong pertumbuhan Industri seperti yang dilakukan di Jawa Barat.

 

“Mengingat, PLN Getting Electricity itu bukan hanya PLN saja tapi melibatkan banyak pihak. Dan saat ini, komunikasi dengan stakeholder sudah terjalin dengan sangat baik,” pesan Djoko Rahardjo.

 

Selain kalangan pengusaha di Jatim, workshop tersebut juga dihadiri oleh berbagai instansi berbagai pemangku kepentingan bidang ekonomi, termasuk dari kalangan pemerintah propinsi Jatim. Diantaranya dari BAPPEDA, Penanaman Modal, Dinas Perumahan dan Prasasarana Wilayah Jatim. 

 

Menurut Dwi, terdapat kecukupan daya listrik pada system interkoneksi Jawa Bali saat ini, yang bisa dijadikan peluang besar untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi. 

 

“Ketersediaan daya listrik yang dimiliki PLN saat ini, adalah modal awal untuk memacu angka pertumbuhan. Tinggal mana dunia usaha bisa memanfaatkan secara maksimal” pungkas Dwi. (Dani)

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive