TAKSI ONLINE TIDAK PERLU TAKUT UJI KIR

February 27, 2018

 

Sby,MercuryFM - Menjawab keresahan para driver taksi online yang menyatakan, pada saat mereka melakukan Uji Kir maka akan diketok dirangka mobil, tepatnya di bagasi belakang, Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Surabaya, Abdul Manaf menjelaskan, khusus taksi online di Surabaya, kini tak lagi diketok di bodi mobil. Manaf mengatakan, untuk kendaraan angkutan sewa atau taksi online, perlu diketahui pada saat pemeriksaan melakukan pengujian kendaraan atau Kir, pihaknya sama sekali tidak melukai kendaraan.

 

"Artinya, didalam melaksanakan pengujian, memang ada bentuk plat yang kami ketuk dengan emblem(diembos), setelah diketuk dengan embos selanjutnya akan ditempel di ruang mesin," terang Abdul Manaf.

Manaf menyatakan, tetap diembos tetapi tidak ditaruh dibody mobil, melainkan di ruang mesin. Dipilihnya ruang mesin untuk meletakkan emblem, karena ditempat ini sudah banyak diletakkan tempelan. Hal ini, sekaligus menjawab keresahan teman-teman driver taksi online, yang selama ini mengkhawatirkan tata aturan uji kir kendaraan mereka, akan merusak bodi mobil.

 

"Perlu kami sampaikan, bagi para pemilik kendaraan taksi online tidak perlu khawatir pada saat akan mengujikan kendaraan, uji kir tidak akan sedikitpun merusak bodi kendaraan. Karena pada dasarnya, yang diperiksa adalah kelayakan kendaraan," kata Manaf. Sedangkan plat uji yang mereka embos itu terang Manaf, akan ditempel diruang mesin. "Sejak beropersinya taksi online, sudah ada sekitar 425 unit kendaraan dari armada ini, yang sudah dilakukan pengujian," kata Manaf.    

Terkait adanya kekhawatiran para driver taksi online ini, Abdul Manaf membenarkan, kalau sebelum berlakunya PM 108 memang saat uji kir dipasang di bagasi belakang. Karena menurut Manaf, sebelum berlakunya PM 108, aturan taksi online itu melalui beberapa tahapan, 26,32 sampai kepada PM 108. "Didalam perjalanannya, setelah 108 maka disepakati bahwa ketokan nomor uji yang ada diplat itu ditempel didalam ruang mesin," tegas Abdul Manaf.

 

Ia menambahkan, untuk kendaraan yang wajib diuji, tidak hanya pada kendaraan khusus taksi online, tetapi setiap kendaraan wajib uji itu, awalnya harus diketok nomor kontrol disasis. Tetapi kemudian saat taksi online yang menguji, menurut Manaf, dicarikan tempat yang lebih aman dan tidak kelihatan, yang akhirnya dipilih diketok dibelakang mobil. Selanjutnya, ditengah-tengah perjalanan muncul PM 108, kata Manaf disepakati untuk diketok dan ditempel di ruang mesin. (Nl)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group