• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

AJAK ANAK MILENIAL MAGETAN BERTANI, EMIL DARDAK KENALKAN KONSEP SAINT TECHNO PARK

March 1, 2018

 

Sby,MercuryFM - Calon wakil Gubernur Jatim no urut 1, Emil Elestianto Dardak, tularkan ilmu pertanian yang dikembangkan untuk anak muda Trenggalek ke daerah lain ketika dirinya menjabat Bupati Trenggalek.

 

Ini terlihat ketika pasangan Khofifah Indar Parawansa ini, mengenalkan konsep pertanian Saint Techno Park (SPT), sebagai konsep pertanian untuk anak muda Trenggalek, kepada petani Kabupaten Magetan, Kamis (01/03/2018).

 

Saat berkunjung  ke sejumlah  sentra  pertanian dan wisata di daerah Magetan,  Emil menceritakan asal muasal munculnya konsep tersebut. Yang merupakan keprihatinannya  melihat dan merasakan betul dunia pertanian kian dijauhi anak muda.  

 

”Kebetulan disertasi saya di Jepang fokus mengenai minat generasi muda ke pertanian itu sangat kecil.  Ini  mengakibatkan rule urban migration, atau migrasi desa ke metropolitan yang menjadi sangat besar,” ujarnya.

 

Kata Emil, setelah muncul gagasan dan lahirnya SPT yang merupakan inovasi mencari dan menghasilkan nilai lebih dari  tiap  komoditas  pertanian. Pihaknya membentuk tim  layang disebut ”the dream team”.

 

"Tim  ini kolaborasi antara  anak-anak  sekolah kejuruan,  mahasiswa D3 dan S1 .  Penggabungan anak SMK dan mahasiswa  agar ada kolaborasi  skill dan ilmu," jelasnya. 

 

Lanjut Emil,dream team ini dibina di bawah Saint Techno Park untuk menghasilkan produk unggulan, inovasi berbasis komoditi setempat. Dengan begitu generasi millenial bisa melihat pertanian sebagai hal yang menjanjikan.

 

Di  Trenggalek sendiri Emil  mengembangkan Sains Techno Park untuk essential oil atau minyak atsiri. Minyak Atsiri ini dihasilkan dari jahe, cengkeh, serai wangi . Bedanya diproses dengan teknologi lebih tinggi. Jika  dulu dengan tungku dibakar kini  bisa pakai ketel uap. 

 

”Inilah yang kemudian menciptakan teknologi yang lebih tinggi maka kita sebut ini sebagai petani profesional,” imbuh suami Arumi Bachsin itu.

 

Emil juga mengatakan, petani profesional  yang dimaksud petani yang punya spesialisasi. Misalnya mendalami bidang penanganan hama dan alat alat  untuk menanam dan transplanter.  

 

”Jadi banyak sekali program program untuk Millennial masuk dalam sektor pertanian khususnya di Kabupaten Magetan. Kita pikir memang harus ada Sains Techno Park yang fokus pada sektor herbal di kawasan Gunung Lawu,” tandas  pria yang sudah menjadi konsultan di Bank Dunia di usianya yang masih 17 tahun tersebut. (ari).

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags