MAHASISWA HARUS INDEPENDEN DI ARUS POLITIK SAAT INI

March 2, 2018

 

Kediri, MercuryFM - Mahasiswa harus mengedepankan independensi. Dalam setiap momen politik, independensi mahasiswa tetap terwujud. 

 

"Sikap independen mahasiswa harus terwujud dalam bentuk terciptanya perubahan, dimana mahasiswa berguna bagi semua kalangan," kata Kusnadi ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jatim, ketika menjadi pembicara dalam acara Pelatihan Kader Lanjutan ( PKL) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di aula Pondok Pesantren(Ponpes) Al Ma’ruf, Kediri, Jumat (02/03/2018).

 

Menurut Kusnadi, mahasiswa harus mempunyai andil yang  cukup besar dalam arus politik demokrasi ini. Terlebih menjelang pesta demokrasi di Jatim. Karena peran mahasiswa menjadi salah satu penentu arus perubahan bagi bangsa ini.

 

Sebagai insan yang terpelajar, lanjutnya, mahasiswa harus lebih cerdas dalam menangkap peluang, serta mengurai isu politik yang mengemuka. Perlu juga mewaspadai adanya bangunan isu yang ingin adanya benturan ormas. 

 

“Lebih penting harus mewaspadai isu-isu yang berhubungan dengan kultur dan budaya masyarakat Jatim,” ujar Kusnadi.

 

 

Mahasiswa yang berada pada usia muda memiliki peran penting bagaimana dalam menentukan sikap politik, utamanya di Jatim. Disini yang menjadi keberpihakan mahasiswa adalah sikap independensi.

 

“Mahasiswa harus menjunjung tinggi kebebasan hak seorang mahasiswa dalam menentukan sikap politik,” ucapnya.

 

Menurut pria yang juga wakil ketua DPRD Jatim,  keberpihakan mahasiswa harus jelas dan terukur. Mahasiswa harus mampu membaca kiprah politik calon gubernur Jatim yang telah memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan di Jatim.

 

“Siapa yang sudah memberikan kontribusi positif bagi Jatin selama ini?. Tentu ini mengandung cara pandang yang berbeda tapi saya meyakini bahwa mahasiswa mampu mengurai hal itu,” tuturnya.

 

Dijelaskan Kusnadi, independensi mahasiswa menjadi penting, mengingat adanya usaha tarik menarik mahasiswa terutama PMII dalam pusaran Pilgub. Ini mengingat salah satu bakal Calon Gubernur adalah alumninya.

 

"Hal ini akan berbenturan dengan konstelasi politik kekinian, dimana ada salah satu kandidat mendapat banyak dukungan serta apresiasi dari para kiai se-Jatim untuk melanjutkan misi perubahan," jelasnya.

 

Oleh karena itu, Kusnadi meminta mahasiswa jangan mau diberikan janji, tetapi program dalam setiap kampanye. Sebab program bisa diulas, dibedah dan diawasi. Apakah program tersebut bersentuhan secara riil dengan kebutuhan dasar masyarakat. 

 

”Mahasiswa harus cerdas dalam menangkap peluang ini,” pungkasnya. (REP)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive