HAMPIR SETAHUN PERSOALAN TUNJANGAN PERAWAT PONKESDES BELUM TUNTAS


Sby, MercuryFM - Persoalan tersendatnya tunjangan perawat Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) yang mencuat sejak Maret 2017 ternyata sampai sekarang belum tuntas.

Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jatim dr Kohar Hari Santoso di kantornya pada Kamis 01/03/2018 mengatakan, belum tuntasnya persoalan ini karena prosedur di beberapa kabupaten dan kota yang belum rampung.

"Ada semacam MOU dari kabupaten dan kota untuk pencairan dana yang dilakukan setiap tahun. Saat ini ada 7 kabupaten sudah selesai MOU yang lain masih progress" ujarnya

Menurut Kohar, prosedur administrasi ini harus dilakukan agar pencairan dana itu legal. Hal itu dilakukan agar kabupaten dan kota membantu menyelesaikan prosedur administrasi supaya dana yang sudah dianggarkan oleh Pemerintah Propinsi Jatim itu bisa segera dicairkan.

Leboh lanjut Kohar mengatakan, APBD Pemprov Jatim mengalokasikan tunjangab untuk perawat ponkesdes sebasar Rp 1.450.000 tiap bulan. Sedangkan ponkesdes di Jatim sebanyak 3312 unit yang tersebar di 30 kabupaten dan kota.

Dinas Kesehatan Propinsi Jatim tidak khawatir keterlambatan tunjangan ini akan mengganggu kinerja pelayanan perawat ponkesdes. Tunjangan ponkesdes berasal dari 2 sumber yang berbeda yaitu dari APBD Pemprov Jatim dan APBD kabupaten dan kota

Kata Kohar, setiap kabupaten dan kota punya anggaran untuk tunjangan ponkesdes minimal nilainya sama dengan yang dianggarkan penprov, bahkan ada beberapa daerah yang nilainya lebih

Ponkesdes merupakan inovasi dari Gubernur Jatim agar seluruh wilayah Jatim terjangkau layanan kesehatan sampai ditingkat desa. Ponkesdes ini melengkapi keberadaan 964 puskesmas yang tersebar di 664 kecamatan. (REP)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group