• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

DITANYA SOAL PENGENTASAN KEMISKINAN JATIM, KHOFIFAH SIAPKAN PKH PLUS

March 3, 2018

 

Sby,MercuryFM - Persoalan pengentasan kemiskinan di Jatim akan tetap menjadi prioritas untuk dilakukan pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Jatim no urut 1, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. 

 

Penegasan pengentasan kemiskinan ini disampaikan kembali Khofifah ketika melakukan dialog dan bertemu dengan pengerajin songkok Padi Mas, Ahmad Isfa' Ali. Desa Kemuteran, Kabupaten Gresik, Sabtu (03/03/2018).

 

“Kalau mengatasi kemiskinan programnya apa?” Tanya Ali yang merupakan generasi kedua perajin songkok, saat berdialog dengan Khofifah.

 

“Kalau kemiskinan itu, PKH (Program Keluarga Harapan) itu,” jawab Khofifah dengan senyum.

 

Seketika, Ali merespon dengan yakin bahwa wanita yang pernah menjabat dua kali menteri di dua era Presiden berbeda ini sangat hafal bagaiamana mengatasi kemiskinan. Ali memuji Khofifah.

 

“Ini sih Jagonya. Dan PKH kedepan itu harus diikuti pemberdayaan. Pada saatnya dia menerima, pada saatnya dia harus mandiri,” jelas Ali sambil memuji Khofifah.

 

 

PKH ala pasangan yang di dukung Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura, yang akan ditetapkan nanti, akan memiliki tambahan dengan pemberdayaan dan pelatihan keterampilan. 

 

"Hal tersebut, untuk mengurangi angka pengangguran sekaligus memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur," jelas Khofifah.

 

Dalam kesempatan ini Khofifah juga mengatakan ketimpangan kesejahteraan kota-desa dan kemiskinan masih jadi pekerjaan rumah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

 

"Ini menjadi tugas saya nanti untuk meneruskan apa yang sudah dilakukan Pakde dalam mengatasi kemiskinan yang belum tuntas," ujarnya.

 

Untuk itu lanjut Khofifah guna membasmi kemiskinan pihaknya bersama Emil Dardak telah menyiapkan program khusus yang dinavigasikan dalam 9 program unggulan Nawa Bahkati Satya. Program mengatasi kemiskinan tersebut termaktub dalam Jatim Sejahtera.

 

"Dalam program tersebut kita berkomitmen mengentaskan kemiskinan menuju keadilan dan kesejahteraan sosial dengan mengagas PKH plus untuk penduduk miskin di 38 kabupaten/kota wilayah Jawa Timur," pungkasnya.

 

Merujuk data terbaru BPS (Badan Pusat Statistik)  per September 2017, jumlah penduduk miskin di Jawa Timur masih mencapai 4.405,27 ribu jiwa atau di kisaran 11,20 persen jumlah penduduk. 

 

Kemudian, tingkat ketimpangan per September 2017 tercatat sebesar 0,415. Angka ini meningkat sebesar 0,019 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,396. Ketimpangan perkotaan pada September 2017 tercatat sebesar 0,442, naik dibandingkan Gini Ratio Maret 2017, sebesar 0,418. Sedangkan Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2017 tercatat sebesar 0,317 turun dibandingkan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,326. (ari)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive