GUS IPUL APRESIASI KELOMPOK NELAYAN SAMUDRA BAKTI BANGSRING BANYUWANGI

March 3, 2018

BANYUWANGI, MercuryFM - Calon gubernur Jawa Timur no urut 2 Saifullah Yusuf, mengapresiasi inisiatif dan kerja keras Ikhwan Arief, yang berhasil melakukan perubahan di tengah masyarakat nelayan.

 

Dimana bersama Kelompok Nelayan Samudra Bakti dari Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Ikhwan mampu mengubah pola tangkap ikan.

 

"Karena inisiatif dan kerja kerasnya berkolaborasi dengan semua kekuatan, Mas Ikhwan dan teman-teman berhasil menerima penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia," kata Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Sabtu (3/2/2018) di Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.

 

Dikatakan Gus Ipul, penghargaan Kalpataru tersebut merupakan salah satu capaian yang didapatkan Kelompok Nelayan Samudara Bakti yang selama ini melakukan penanaman karang di sekitaran Pantai Bangsring Banyuwangi. 

 

Lanjut Gus Ipul, perjuangan kelompok nelayan Samudra Bakti dimulai 10 tahun yang lalu. Dimana mereka berusaha merubah kebiasaan nelayan Bangsring yang bisa melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan potas. Ditambah pengambilan karang besar besaran yang kerap terjadi. Yang imbas nya merusak kondisi perairan yang ada di Bangsring.

 

"Mulai tahun 1960-an mereka menangkap ikan hias dengan menggunakan potas dan juga bom. Belum lagi pengambilan karang secara besar-besaran untuk pembuatan kapur bangunan, hingga terumbu karang di perairan Bangsring rusak parah dan Imbasnya banyak nelayan kesulitan mencari ikan hias,"  terang Gus Ipul.

 

Menyadari hal itu kata Gus Ipul, Kelompok Samudra Bhakti, mulai melakukan perubahan, dengan mengubah pola tangkap nelayan lebih ramah lingkungan, dan membuat kawasan konservasi seluas 15 hektar di wilayah Pantai Bangsring. Di wilayah tersebut tidak boleh ada aktivitas penangkapan ikan dan pengambilan karang.

 

"Secara otodidak mereka melakukan transplantasi terumbu karang dengan menggunakan rak dari pipa paralon. Rak tranplantasi tersebut dibuat dengan sistem donasi dari penyumbang," terangnya.

 

Menurut Gus Iul, para nelayan juga melakukan perawatan secara berkala terumbu karang yang ditanam. Selain ribuan rak transplantasi di wilayah zona perlindungan, juga ada 500 aparteman ikan serta ratusan karang buatan yang kami letakan di dalam laut. Yang terakhir ada sistem biorock agar pertumbuhan karang lebih cepat.

 

"Apa yang dilakukan Ikhwan dan kawan-kawan, menjadi contoh bahwa masyarakat akan maju kalau berani melakukan perubahan," ujarnya. 

 

Zona konservasi yang dikelola oleh nelayan Samudra Bakti tersebut saat ini dikenal dengan tempat wisata Bangsring Under Water dan telah menyedot perhatian ribuan wisatawan setiap tahunnya. Secara ekonomi, nelayan di Bangsring sudah membaik. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group