• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

SELAMA TAHUN 2017 PRODUKSI SEPATU LOKAL JATIM ALAMI PENURUNAN

March 3, 2018

Sby, MercuryFM - Produksi sepatu lokal selama beberapa tahun terakhir terbilang menurun dan stagnan.

Ketua Umum Asosiai Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jaw Timur, Winyoto Gunawan mengatakan secara lokal, produksi tidak tumbuh. Tahun 2017, produksi sepatu lokal merosot sekitar 30-50 persen dan ekspor sepatunya hanya mencapai 10-20 persen. Alasan yang menjadi ekspor sepatu lokal terbilang menurun adalah daya saing yang semakin ketat.

 

"Ada sejumlah tantangan yang dihadapi para produsen sepatu ini, terutama ekspor sepatu di kawasan Eropa Timur. Sekarang, negara di Eropa Timur sudah mulai membuka diri untuk memberikan peluang kapada investor untuk berinvestasi. Pemerintah setempat juga memberikan imbalan menarik," kata Winyoto Gunawan, di Surabaya, Sabtu (3/3/2018).

 

Misalnya, kata Winyoto kalau investor menginvestasikan sebesar 1 juta dollar, pemerintah setempat akan memberikan insentif sebesar 50 persen asal perusahaan dapat mempekerjakan masyarakatnya.

"Beberapa pelanggan yang biasanya ke Indonesia sudah banyak investasi di Eropa Timur. Karena mereka melihat ongkosnya murah, investasinya menarik, dan jarak Eropa Timur dan Eropa Barat hanya 3-4 hari saja. Kalau ke Indonesia itu bisa mencapai 1 bulan. Nah, ini ancaman bagi produsen sepatu lokal," terangnya.

 

Tidak hanya itu, Winyoto juga menegaskan perusahan sepatu lokal di Jawa Timur, khususnya wilayah Ring 1 (Sidoarjo, Gresik, dan Pasuruan) tahun lalu sudah mulai merelokasi pabriknya ke daerah yang UMK terbilang murah. Seperti Madiun, Nganjuk, dan Mojoagung, Jombang.

 

"Untuk ekspor sepatu lokal kita masih kalah dengan Vietnam. Kalau ekspor sepatu di kawasan Eropa Barat, Vietnam dikenai pajak impor sebesar 0 persen, sedangkan Indonesia masih dikenai sebesar 4,8 persen. Nah, kalau misal 7000 orang yang bekerja pabrikan sepatu di Jawa Timur sampai hijrah ke Vietnam, ini sangat disayangkan," jelasnya.

 

Kendati demikian, Winyoto berharap pemerintah setempat bisa fokus terkait ekspor produk sepatu lokal dan menyediakan upah khusus bagi usaha padat karya, sehingga daya saing ekspor nantinya dapat bergeming kembali, melihat Jawa Timur sebagai barometer perekonomian.(Dani)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us