• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

PUTI GUNTUR SOEKARNO: SINGKRONISASI PASAR TRADISIONAL DAN MODERN DIPERLUKAN KEDEPANNYA

March 6, 2018

 

 

 

 

 

MOJOKERTO, MercuryFM - Keberadaan pasar tradisional menjadi perhatian serius Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno. Revitalisai kondisi pasar akan menjadi prioritas dalam menjadikan pasar tradisional dijatim siap bersaing dengan pasar pasar modern dan minimarket yang ada.

 

"Keberadaan pasar tradisional harus benar benar dimaksimalkan kedepan. Pasar tradisional tidak boleh kalah bersaing dengan pasar modern dan minimarket yang saat ini menjamur ditengah masyarakat," ujar Puti Guntur Soekarno, ketika melakukan blusukan mendatangi dan berdialog dengan pedagang dan pengunjung pasar Canggu Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto, Selasa (06/03/2018).

 

Seperti blusukan di Pasar Canggu ini kata Puti, keluhan terkait kondis pasar yang sempit juga menjadi persoalan yang dikeluhkan oleh pedagang. Sehingga rehab perlu dilakukan untuk pasar Canggu. 

 

“Keluhannya salah satunya adalah bagaimana kemudian pasar ini bisa direhab, direvitalisasi agar menjadi pasar yang sehat. Tidak sumpek, kecil karena didalam umpel-umpelan. Kemudian mereka juga tadi mengeluhkan bahwa di sini fasilitasnya seperti kamar mandi yang kurang baik. Kalau saya menyarankan, pasar tradisional tetap harus dipertahankan namun dengan manajemen yang modern,” ungkapnya.

 

Sementara ketika disinggung kerapnya mengunjungi pasar tradisional di jatim selama ini,  wakil dari calon Gubernur Gus Ipul tersebut menjelaskan bahwa pasar merupakan pusat interaksi masyarakat.

"Di pasar-pasar ini kan sebagai pusat interaksi. Terutama juga tempat pertemuannya kaum perempuan, para ibu-ibu. Di sinilah kemudian isu-isu persoalan yanag ada dalam masyarakat, dalam rumahtangga muncul. Jadi saya rasa pasar menjadi tempat yang baik untuk saya mendengar aspirasi masyarakat,” tambahnya.

 

Dalam hal ini, Puti juga menjelaskan pentingnya dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk membuat regulasi yang memungkinkan pasar tradisional bisa berkembang tanpa harus tergerus oleh banyaknya Supermarket dan minimarket. Sinkronisasi antara pasar tradisional dengan minimarket sangat diperlukan kedepan. 

 

“Jadi harus ada peraturan yang memang mall tidak boleh berdekatan dengan pasar tradisional. Tapi pasar tradisional tidak harus dibangun seperti mall, hanya saja harus dikelola dengan manajemen yang modern,” pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags