• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

TERJADI KASUS KEKERASAN ANAK DI SURABAYA, ISA ANSHORI: BUTUH IMPLEMENTASI DUKUNG KOTA LAYAK ANAK

March 7, 2018

 

Sby,Mercury - Kota Surabaya yang mendapat predikat Kota Layak Anak patut diapresiasi. Demikian penegasan Ketua Divisi Riset Data Lembaga Perlindungan Anak Jatim, Isa Anshori. Isa mengatakan, sejauh ini predikat itu didapat karena lebih ditekankan kepada penilaian secara administratif saja. Meski demikian, Isa Anshori menyatakan, apa saja upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah kota untuk mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak tetap patut diapresiasi. Menurut Ketua Divisi Riset Data Lembaga Perlindungan Anak Jatim ini, yang perlu mendapat perhatian dalam hal ini, adalah bagaimana implementasinya di lapangan dalam mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak,  yang perlu disempurnakan. "Misalkan saja di ranah pendidikan, dalam satu bulan terakhir, berita-berita di ranah ini, luar biasa masifnya kekerasan terhadap anak. Baik itu, berupa kekerasan fisik maupun kekerasan seksual,"terang Isa Anshori.

Ini menunjukan, bahwa kota layak anak kita tidak didukung juga dengan sekolah yang ramah terhadap anak. Sehingga, kata Isa Anshori, hal ini menjadikan sekolah sebagai tempat yang tidak nyaman untuk anak-anak kita. Hal ini pun tegas Isa, akan menjadi persoalan. "Belum lagi, ada sekolah-sekolah yang banyak  ditutup karena kurang dalam hal persyaratan perijinan. Padahal kalau sudah berbicara sekolah, maka disana akan banyak anak-anak, yang akan terlantar pendidikannya," kata Isa. Ia mengatakan, dalam hal-hal yang bersifat artificial di Surabaya, timbul cukup banyak. "Misalkan saja ada banyak taman, yang bisa digunakan oleh anak-anak, ada banyak kampung-kampung yang diindikasikan ramah anak, itu semangatnya sudah cukup bagus," tegas Ketua Divisi Riset Data Lembaga Perlindungan Anak Jatim ini.

Tetapi apakah kemudian, menurut Isa, apakah kemudian simbol-simbol itu isinya sama. Sebab, kata Isa, seringa kali dalam implementasinya itu terabaikan. "Antar SKPD pun biasanya jargonnya cukup bagus, tetapi ditingkat implementasinya abai. Kerjasama antar SKPD juga tidak terlihat harmonis, sehingga banyak program yang tidak bisa mendapat hasil yang baik," kata Isa Anshori. Isa berharap, Walikota bisa melihat ini sebagai hal yang mesti harus diperbaiki. Sehingga kedepan, Surabaya bisa lebih baik lagi.   

Isa menjelaskan, gagasan kota ramah/layak anak itu topdown, semestinya harus dibangun dari bawah. Sehingga, muncul kesadaran dari masyarakat. Menurut Isa, dengan muncul kesadaran yang tinggi dari masyarakat, selanjutnya harmonisasi SPKD harus kuat, jangan sampai berjalan sendiri-sendiri. "Sehingga, PR bagi Surabaya itu, bagaimana mengharmonisasi program-program perlindungan anak, untuk mendukung implementasi kota ramah/layak anak yang baik. Maka,  harus ada semacam dirigen yang mengharmonisasi," kata Isa Anshori. Supaya, kata Isa, upaya ini tidak hanya kemudian ada program tetapi tidak sinkron. "Tetapi, program itu betul-betul memperkuat apa yang dibutuhkan untuk kota layak anak," tegas Ketua Divisi Riset Data Lembaga Perlindungan Anak Jatim ini. (Nl)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags