• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

TIDAK ADA POLARISASI KEKUATAN POLITIK BIKIN PILGUB JATIM ADEM

March 7, 2018

 

Sby, MercuryFM - Meningkatnya ekskalasi politik di Jatim seiring dengan mulai berjalannya proses Pilgub Jatim, dinilai Guru Besar Ilmu Politik Unair Prof.Kacung Marijan. Ph,d sesuatu yang wajar. Apalagi sekarang sudah resmi memasuki massa kampanye.

Tetapi menurut penilaian Kacung Marijan sampai sekarang proses politik di Jatim masih berjalan wajar.

"Masyarakat sudah mulai cerdas, aparat juga cerdas, calon jg semakin cerdas mendekati pemilih" ujarnya.

Wakil Rektor 1 UNUSA ini juga mengatakan, tidak adanya polarisasi kekuatan partai politik pendukung masing-masing pasangan calon, membuat ekskalasi politik tidak ekstrem.

"Meskipun di Gus Ipul ada PKS dan Gerindra yang berseberangan dengan pemerintah, tapi kali ini ngikut saja sama PDIP dan PKB" jelas Kacung.

Sedangkan koalisi pengusung Khofifah malah banyak dari partai yang mendukung pemerintah. Kondisi itu mencairkan polarisasi kekuatan politik di masing-masing pasangan calon.

Apalagi menurut Kacung Pilgub Jatim 2018 ini diikuti oleh masing Paslon yang serumpun.

"Yang satu profesor Pemuda Ansor sekaligus Ketua PB NU. Yang satu lagi ketua Muslimat. Mereka berteman sejak lama" ucap Kacung.

Para pendukung paslon juga dinyakini Kacung akan saling menjaga diri.

"Ngono yo ngono tapi ojok ngono" kata .

Masyarakat juga sudah tahu betul siapa yang akan dipilihnya nanti.

Tapi yang patut menjadi perhatian serius adalah penggunaan media sosial.

"Penggunaann medsos memang lebih effisien sebagai media kampanye, tapi potensi meningkatkan eskalasi, karena bisa disalahgunakan" pungkas Kacung. (alam)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive