KPK WARNING JATIM, SEBANYAK 345 KASUS DUGAAN KORUPSI DI JATIM SEDANG DISIDIK KPK

Sby, MercuryFM - Jatim menjadi incaran Komisi Pemberantasan Korupsi. Lembaga anti rasuah ini telah mengumpulkan lebih dari 100 dugaan korupsi di jatim.

Data Komisi Pemberantasan Korupsi, Sebanyak 345 laporan kasus dugaan korupsi di Jawa Timur sudah memasuki tahap Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saat ini penyidik sedang melakukan pendalaman dan memanggil saksi terlapor, untuk mengusut laporan yang sudah diverifikasi itu," kata komisioner KPK La Ode M Syarif usai acara penandatanganan Pakta Integritas Pencegahan Korupsi di Gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (07/03/2018).

Menurut La Ode, ada beberapa modus dugaan kasus korupsi itu. Beberapa diantaranya adalah suap jabatan, markup pengadaan barang dan jasa serta dugaan suap terkait perizinan.

"Kalau untuk modusnya yang kasus suap jabatan seperti pengangkatan kepala sekolah dan Kepala Dinas," tambahnya.

Kata La Ode, laporan yang ditindaklanjuti itu memang masih didalami dan belum tentu terjadi tindak pidana korupsi.

"Nanti kita akan pilah dengan seksama. Mana yang jelas jelas kearah korupsi mana yang administrasi. Bila korupsi maka KPK akan menindak," jelasnya.

Dari daya yang disampaikan oleh KPK disela acara penandatangan pakta integritas pencegahan korupsi yang juga didatangi bupati walikota se Jatim tadi, kasus laporan dugaan korupsi dijatim mulai tahun 2015 sampai 2018 cukup memprihatinkan. Yakni sebanyak 1.772 laporan dugaan korupsi.

"Ini menurut KPK sudah lampu merah dan mengkhawatirkan. Untuk itu KPK mengapresiasi langkah Gubernur Jatim yang terus intens melakukan kerjasama dengan KPK untuk terus melakukan pencegahan. Sepeti penandatanganan pakta integritas yang dilakukan saat ini," pungkas La Ode. (ari)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group