• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

GUS IPUL SUAPI PEDAGANG PASAR SAMPAI DENGARKAN KELUHAN PEDAGANG DAN SUPIR ANGKUTAN TERMINAL OSOWILANGUN

March 13, 2018

 

Sby,MercuryFM - Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) calon Gubernur Jatim no urut 2 memanfaatkan kampanyenya hari ini dengan menyapa masyarakat di Kota Surabaya bagian barat. 

Diawali dengan mendatangi Pasar Benowo, Gus Ipul menyapa para pedagang dan pengunjung pasar yang datang di pasar tersebut. 

 

Dalam kedatangannya tadi, pria yang berpasangan dengan cawagub Puti Guntur Soekarno ini, tidak langsung masuk ke dalam pasar, justru Gus Ipul menyempatkan untuk makan dulu di salah satu warung depan pasar. Gus Ipul memilih untuk makan nasi bungkus bersama pengunjung dan pedagang pasar yang lagi makan diwarung tersebut.

 

"Ayo sekali-kali tak suapin," kata Gus Ipul sambil membagi nasi bungkusnya pada Sofyan (32 tahun) salah seorang pedagang.

 

Sofyan sendiri sempat kaget saat disuapi Gus Ipul nasi bungkus.

 

"Pemimpin seperti ini yang kami harapkan, tidak mengambil jarak. Bahkan saya diajak makan bersama dalam satu nasi bungkus satu sendok," ujar Sofyan.

 

Selepas makan, Gus Ipul lantas berkeliling dan berbincang dengan para pedagang. Ia melihat secara langsung bagaimana kondisi pasar yang dikelola swadaya oleh masyarakat ini.

 

Di dalam pasar Gus ipul mendapat banyak keluhan pedagang, diantaranya soal persaingan dengan pasar modern dan persoalan Kredit lunak bagi pedagang pasar.

 

Menanggapi keluhan-keluhan itu, Gus Ipul setuju dengan usulan pelatihan bagi para pedagang tradisional. Sejak awal, Gus Ipul bersama Puti Guntur Soekarno memang berkomitmen agar pasar tradisional bisa terawat dan terjaga sebagai pusat ekonomi kerakyatan.

 

Menurut Gus Ipul, adanya pasar modern tidak membuat pasar tradisional lantas mati. Karena market share nya sudah berbeda. 

 

"Makanya kami akan sediakan pelatihan bagi pedagang pasar tradisional ini, agar tidak kalah dengan pasar modern," tutur Wakil Gubernur dua periode ini.

 

Sedangkan terkait Kredit lunak untuk pedagang, menurutnya bisa memanfaatkan bank UMKM dan Bank Jatim milik pemprop serta bank bank BUMN yang juga memberikan kredit dengan bunga ringan untuk UMKM.

 

"Tahun ini, ditetapkan bunga KUR 7 persen, dari sebelumnya 9 persen per tahunnya. Saya yakin ke depannya bisa lebih murah hingga 6 persen setahunnya," tuturnya.

 

 

Selain mendatangi Pasar Benowo, Cagub yang diusung PDI Perjuangan, PKB, Gerindra dan PKS ini, juga menyempatkan mendatangi Terminal Osowilangun. 

 

Diterminal yang berada di pintu masuk Surabaya dari Kabupaten Gresik ini, Gus Ipul kembali mendapat keluhan dari para pedagang dan supir angkutan yang ada. Ini terkait kondisi terminal yang sepi.

 

Penjual warung makan di Terminal Osowilangun Surabaya, Kausarah (45 tahun) misalnya, menceritakan sepinya terminal, juga berimbas terhadap pendapatannya yang menurun.

 

"Para penumpang lebih memilih naik dari Terminal Purabaya, Bungurasih. Sudah setahun belakangan ini, Osowilangun sepi," kata Kausarah, Selasa (13/03/2018).

 

Mendengar hal itu, Gus Ipul akan mengupayakan perbaikan terminal Osowilangun, guna menarik pebumpang ke Terminal Osowilangun tidak semua ke terminal Purabaya. Osowilangun harusnya menjadi terminal yang strategis.

 

"Hanya saja, ada beberapa jalur yang masih membingungkan karena harus beberapa kali transit. Ini harus kita tata dengan baik kedepannya," tuturnya.

 

Ini lanjut Gus Ipul juga perlu ada koordinasi baik di tingkat provinsi maupun kota, sehingga akan muncul kebijakan bersama. Sehingga setiap kendaraan umum, baik angkot maupun bus kota, yang melewati terminal, harus masuk terminal. Seluruh jalur juga harus dilalui kendaraan umum.

 

"Prinsipnya saya mengapresiasi terminal ini karena sudah tidak terlihat angkutan ngetem di depan terminal. Kondisi terminal juga sangat bersih dan nyaman untuk penumpang. Seharusnya ini menjadi modal awal untuk meramaikan terminal" kata Gus Ipul.

 

Dalam kesempatan berkunjung ke terminal tetsebut, Gus Ipul menyempatkan dialog selain dengan pedagang juga dengan penumpang dan para sopir angkutan umum.

 

Keponakan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) ini juga sempat masuk ke dalam bus untuk melihat langsung kondisi di dalam bus.(Ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive