SURVEY THE REPUBLIC INSTITUTE: ELEKTABILITAS KHOFIFAH UNGGULI GUS IPUL 1,1% DAN UNTUK POPULARITAS KHOFIFAH UNGGULI GUS IPUL 1,6%

March 15, 2018

 

Sby, MercuryFM – Setelah litbang kompas mengeluarkan survey yag dilakukan pada tanggal 19 Februari - 4 Maret, menempatkan pasangan Khofifah - Emil unggul tipis dari pasangan Syaifulla Yusuf 0.5%. Disusul survey polmark tgl 6 -11 Februari dengan kemenangan pasangan Gus Ipul - Puti sebesar 15,5% dari pasangan Khofifah - Emil. Hari ini giliran lembaga survey The Republik Institut yang mengeluarkan hasil surveynya yang dilakukan pada tanggal 15-25 Februari 2018, yang menempatkan kemenangan Khofifah - Emil dari pasangan Gus Ipul - Puti dengan selisih tipis 1,1%.

 

Dari aspek elektabilitas (keterpilihan) dari hasil survey tersebut, dengan selisih 1,1 %. Calon gubernur, pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak no urut 1 mendapatkan suara sebesar 48,7%. Sedangkan pasangan no urut 2, Syaifullah yusuf- Puti Guntur elektabilitas mencapai 47,6%. Sedangkan yang masih belum menentukan pilihan sebesar 3,7%. 

 

"Untuk Popularitas Khofifah kembali unggul dari Gus Ipul sebesar 1,6%. Khofifah dikenal oleh masyarakat Jatim sebesar 95,9% dan Syaifullah Yusuf dikenal sebesar 94,3%, sedangkan untuk calon wakil gubernur, Emil Dardak 62,8% dan Puti Guntut sebesar 61,9%,"  ujar Fatkhul Mujib Direktur The Republic Institute dalam keterangan hasil survey yang dilakukan, Rabu (14/03/2018).

 

Menurut Fatkhul, survey yang dilakukannya ini menggunakan metode multi stage random sampling dengan 1227 yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Kemudian sampel diturunkan ke tingkat Kecamatan lalu diturunkan ke tingkat desa, RW, RT, Rumah dan menentukan subjek penelitiannya.

 

"Dalam survey ini margin of error sebesar 2,8% dan tingkat akurasi 95 %," ungkapnya.

 

Kata Fatkhul distribusi pemilih berdasarkan basis partai, terjadi varian yang menarik. Suara pemilih tidak berbanding lurus antara pemilih partai pengusung dengan pilihan cagubnya. Misalnya PKB justru lebih banyak menentukan suaranya ke pasangan nomor urut satu (Khofifah – Emil Dardak), yaitu antara 66,3% berbanding 31% yang mendukung pasangan nomor dua. 

 

Adapun Nasdem sebagai pengusung nomor urut satu justru pemilihnya lebih banyak mendukung cagub Gus Ipul – Puti. 

 

“Partai Demokrat masih cenderung solid pada calon yang diusungnya, yakni Khofifah-Emil, mungkin karena ada Pakde Karwo Effect,” terang Mujib.

 

Meski begitu, kata Mujib, Partai masih belum signifikan dalam memberikan kontribusi suara pada kandidat calon.  Pengaruh luar biasa masih dominan dari figure calon sendiri. Misalnya Khofifah di Muslimat NU masih sangat kuat bahkan di kalangan kultural NU juga kuat, sedangkan Gus Ipul – Puti lebih kuat base core (pendukung utama) ada di suara PDI-P,” terangnya. 

 

Sementara itu lanjut Mujib, berdasarkan ormas, pasangan Khofifah – Emil Dardak didukung masyarakat yang berafiliasi NU sebesar 51,5% dan Muhammadiyah 50,8%. Sedangkan untuk pasangan Syaifullah Yusuf- Puti Guntur didukung masyarakat yang berafiliasi NU 45,9% dan Muhammadiyah 45,9%. 

 

“Individu NU secara structural yang kelihatan di permukaan banyak  ke Gus Ipul. Tapi secara kulturalnya (grass root) NU lebih banyak ke Khofifah,” pungkasnya. (ari)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group