• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

KHOFIFAH AJAK MASYARAKAT JAGA SELALU PERSAUDARAAN DAN PANCASILA

March 17, 2018

 

Sby,MercuryFM - Menjaga tali persaudaraan dan tetap menjaga ukhuwah wathoniyah (bangsa) dengan berpegang teguh kepada Pancasila harus terus dilakukan oleh semua warga negara. Dengan hal itu maka, keutuhan NKRI terjamin dengan kuatnya keteguhan masyarakat.

 

Ini dikatakan Khofifah Indar Parawansa ketua Muslimat NU didepan puluhan ribu anggota Muslimat NU yang hadir  saat peringatan harlah Muslimat Nu ke 72 yang berlangsung di Gedung Adipoday di Jl Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (17/3/2018).

 

Calon Gubernur Jatim no urut 1 ini, mengajak masyarakat dan jemaah NU untuk menjaga ukhuwah (tali persaudaraan) dan berpegang teguh kepada ideologi pancasila.

 

"Sesama umat Islam adalah bersaudara sehingga sangat perlu agar meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan ukuwah nahdliyah, dalam menyatukan visi dan misi. Sehingga akan mendapatkan suatu kesatuan dalam mencapai suatu tujuan yaitu memperkuat tali persaudaraan dalam tubuh Islam," ucapnya.

 

Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid ini juga menjelaskan empat unsur silaturahmi yang harus dijaga, yakni ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sesama bangsa) , ukhuwah insaniyah (saudara sesama manusia), dan ukhuwah nahdliyah (saudara sesama NU). 

 

“Mari kita jaga erat hubungan persaudaraan kita, kita semuanya bersaudara," ucapnya.

 

Harlah bertema 'Teguhkan Niat Perjuangan dan Ukhuwah Islamiyyah dan Ukhuwah Watoniyah' ini, Khofifah hadir dengan mengenakan kebaya berwarna hijau khas Muslimat NU. Jemaah yang mayoritas datang dari wilayah Madura ini seketika menyemut saat Khofifah yang juga Ketua Umum Muslimat NU, memasuki arena peringatan Harla.

 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyerahkan bantuan kepada sejumlah anak yatim-piatu dan kaum lansia. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah kiai dari wilayah pesantren Madura.

 

 

Sementara itu sebelum mengikuti Harla Muslimat, pasangan Emil Eleatianto Dardak dalam Pilgub Jatim ini juga menyempatkan melakukan ziarah ke makam Asta Tinggi di Kabupaten Sumenep.

 

Di makam Pangraja tersebut, Khofifah disambut juru kunci dan berziarah ke makam Raja Tumenggung Tirtonegoro dan ke Kubah Pangeran Jimat, yang terletak di Kabupaten Sumenep, tepatnya di Bukit Tinggi Kebon Agung. Khofifah juga memimpin doa saat ziarah bersama para kiai.

 

Khofifah selepas ziarah mengatakan kearifan lokal yang perlu dijaga. Sertifikat lahan, gedung dan cagar budaya yang harus dipertahanakan.

 

"Yang harus kita kembangkan adalah cagar-cagar budaya yang menjadi destinasi budaya juga wilayah religius harus dipastikan sertifikat gedung, lahan, save. Karena ketika itu makin ramai yang menjadi destinasi wilayah religius akan tumbuh rumah, sehingga daerah itu semakin berkurang," kata Khofifah.

 

Khofifah mengatakan sertifikasi lahan cagar budaya dan wisata religi, menjadi prioritas kerjanya. Dirinya sudah berkomunikasi kepada pemerintah pusat melalui Menteri ATR/BPN, Sofyan Jalil dan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla membahas sertifikasi lahan wisata religius dan cagar budaya tersebut.

 

"Ini menjadi prioritas bersama. Saya sudah pernah meyampaikan kepada Pak Sofyan, Menteri ATR (Agraria dan Tata Ruang)/ BPN (Kepala Badan Pertanahan Nasional). Sama halnya pak Wapres (Wakil Presiden) Jusuf Kalla yang juga Dewan Masjid juga setuju memprioritaskan lahan bagi masjid dan musala," ucapnya.

 

Gagasan Khofifah untuk menjaga kelestarian kearifan lokal tersebut termaktub dalam Jatim Harmoni. Nawa Bhakti Satya kesembilan itu menyebutkan Khofifah-Emil berkomitmen menjaga harmoni sosial-alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup serta memprioritaskan revitalisasi infrastruktur plus pemberdayaan wisata di wilayah Jawa Timur. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive