• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

DAMPAK EQUINOX TIDAK SIGINIFIKAN BAGI SURABAYA

March 19, 2018

Sby, MercuryFM - Indonesia akan mengalami peristiwa menarik yakni pada 21 Maret 2018, Matahari akan berada tepat di atas ekuator atau garis khatulistiwa. Dan Indonesia yang terletak di garis ekuator, akan mengalami kejadian itu dua kali dalam setahun. Peristiwa berikutnya terjadi pada 23 September 2018. Dan saat peristiwa itu terjadi, seseorang yang berada di wilayah khatulistiwa, akan merasakan Matahari berada hampir tepat di atas kepala, pada waktu tengah hari. Kejadian ini akan mengakibatkan tidak adanya bayangan. Istilahnya yaitu hari nir bayangan atau hari tanpa bayangan. Apakah peristiwa ini akan berdampak pada cuaca di Surabaya?.

Prakirawan BMKG Juanda, Oky saat phone interview dengan 96FM Mercury mengatakan, hari tanpa bayangan disebut dengan peristiwa equinok, dimana matahari berada tepat digaris khatulistiwa atau matahari berada dijarak terdekat terhadap khatulistiwa. Oky menyebut Indonesia memang berada di lintasan garis khatulistiwa, namun untuk wilayah Surabaya tidak berada di lintang 0 derajat, bahkan di Jawa Timur letak Geografis berada pada 6-10 derajat LS.

Jadi menurut Oky, dampak Equinox bagi wilayah Surabaya pengaruhnya tidak terlalu besar, tidak seperti wilayah khatulistiwa seperti di Kalimantan khususnya Pontianak. Oky menambahkan karena posisi jarak matahari dekat dengan bumi, maka pengaruhnya suhu akan lebih meningkat. Disebutkan pula oleh prakirawan Oky bahwasanya bulan Maret masih dalam musim penghujan, pertumbuhan awan masih terjadi secara signifikan. "Apabila kondisi langit tidak terjadi pertumbuhan awan, maka siang hari diperkirakan akan terjadi peningkatan suhu dari biasanya," jelasnya.(NT)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags