• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

KEPALA LAPAN WATU KOSEK: WAKTU DAN POSISI JATUHNYA TIANGONG-1, APRIL NANTI, BELUM BISA DIPASTIKAN

March 19, 2018

 

Sby,MercuryFM - Informasi akan jatuhnya Stasiun Antariksa China-Tiangong-1 ke Bumi, termasuk Indonesia didalamnya pada April nanti, Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Watukosek, Pasuruan, Dian Yudha Risdianto kepada 96FM Mercury menjelaskan, memang sejak tahun 2016 Tiangong-1 memang sudah tidak bisa dikontrol lagi mulai turun orbitnya, dan Indonesia pun berpotensi kejatuhan pecahan dari stasiun luar angkasa China ini. Hal ini menurut Yudha, karena wilayah bumi ada rentang 43 derajat lintang utara sampai 43 derajat lintang selatan, dan Indonesia termasuk ada di dalamnya.

Sementara, untuk waktu dan posisi jatuhnya Tiangong-1 sejauh ini, terang Yudha, memang belum bisa diperkirakan kepastiannya. Ini karena, terang Yudha, ketidakpastian kurang lebih 2 menit pun memang  sangat-sangat jauh, sangat besar bahkan sampek ratusan bahkan ribuan kilometer. "Jadi perkiraan yang bisa dilakukan oleh semua badan antariksa di dunia, termasuk Lapan hanyalah perkiraan lintasan di orbit terakhir, atau potensi wilayah sebaran pecahan antariksa yang membentang ratusan kilometer," terang Yudha Risdianto. Dan sejauh ini, kata Yudha, pihaknya hanya bisa memprediksi bila sudah diketinggian sekitar 120 kilometer sebarannya.

Artinya, kata Yudha, jika sebaran pecahan dari jatuhnya Tiangong-1 sudah ada diketinggian sekitar 120 kilometer, bisa disebut juga sangat dekat dan bisa dipantau. Tetapi, menurut Yudha, titik pastinya sebaran itu berada dimana, sejauh ini pihaknya belum bisa memprediksi. "Itu hanya titik sebarannya, untuk titik jatuhnya, semua badan antariksa dunia, termasuk Lapan belum bisa menentukan. Karena semua itu, akan sangat dipengaruhi oleh atmosfer atau kerapatan atmosfer, yang menyebabkan perubahan lanjut penurunan orbit tersebut," terang Kepala LAPAN Watukosek, Pasuruan ini.

Yudha menambahkan, dampak yang akan dirasakan oleh wilayah seperti Indonesia yang termasuk didalam area jatuhnya Stasiun Antariksa China-Tiangong-1 ke Bumi, belum bisa diungkap. "Karena nantinya, stasiun antariksa dengan berat 8,5 ton ini tidak akan jatuh utuh. Tetapi, nanti akan terbakar lebih dulu ketika memasuki atmosfer bumi. Atau, ketika memasuki masa atau fase reemtri atau kembali ke massa atmosfir bumi. Jadi akan menjadi pecahan-pecahan," kata Yudha.

Dian Yudha Risdianto mengatakan, Indonesia sangat berpotensi menerima atau kejatuhan serpihan-serpihan dari stasiun antariksa China ini. Karena itu, terang Yudha, pihak Lapan akan terus mengupdate perkembangan dari peristiwa ini, untuk bisa disampaikan kepada masyarakat secara lengkap dalam waktu dekat. Yudha menambahkan, karena kita tidak tahu prediksi titik lokasi jatuhnya dimana pastinya, dihimbau kepada masyarakat jika mengetahui ada benda jatuh atau hal seperti ini, untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib atau pun Lapan. "Agar mereka bisa meninjau atau turun langsung ke lapangan untuk memantaunya," kata Yudha. Sedangkan untuk negara lain selain Indonesia yang akan terdampak kejatuhan dari stasiun antariksa China ini, kata Yudha, diantaranya termasuk Australia dan  Malaysia. "Yang pasti, negara yang masuk dalam rentang 43 derajat lintang utara sampai 43 derajat lintang selatan," kata Kepala LAPAN Watukosek, Pasuruan ini. (Nl)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags