DAMPAK EQUINOX TIDAK SIGINIFIKAN BAGI SURABAYA


Sby, MercuryFM - Indonesia akan mengalami peristiwa menarik yakni pada 21 Maret 2018, Matahari akan berada tepat di atas ekuator atau garis kpistiwa. Dan Indonesia yang terletak di garis ekuator, akan mengalami kejadian itu dua kali dalam setahun. Peristiwa berikutnya terjadi pada 23 September 2018. Dan saat peristiwa itu terjadi, seseorang yang berada di wilayah kpistiwa, akan merasakan Matahari berada hampir tepat di atas kepala, pada waktu tengah hari. Kejadian ini akan mengakibatkan tidak adanya bayangan. Istilahnya yaitu hari nir bayangan atau hari tanpa bayangan. Apakah peristiwa ini akan berdampak pada cuaca di Surabaya?. Prakirawan BMKG Juanda, Oky saat phone interview dengan 96FM Mercury mengatakan, hari tanpa bayangan disebut dengan peristiwa equinok, dimana matahari berada tepat digaris kpistiwa atau matahari berada dijarak terdekat terhadap kpistiwa. Oky menyebut Indonesia memang berada di lintasan garis kpistiwa, namun untuk wilayah Surabaya tidak berada di lintang 0 derajat, bahkan di Jawa Timur letak Geografis berada pada 6-10 derajat LS. Jadi menurut Oky, dampak Equinox bagi wilayah Surabaya pengaruhnya tidak terlalu besar, tidak seperti wilayah kpistiwa seperti di Kalimantan khususnya Pontianak. Oky menambahkan karena posisi jarak matahari dekat dengan bumi, maka pengaruhnya suhu akan lebih meningkat. Disebutkan pula oleh prakirawan Oky bahwasanya bulan Maret masih dalam musim penghujan, pertumbuhan awan masih terjadi secara signifikan. "Apabila kondisi langit tidak terjadi pertumbuhan awan, maka siang hari diperkirakan akan terjadi peningkatan suhu dari biasanya," jelasnya.(NT)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group