RINGANKAN KELUARGA TKI KORBAN PANCUNG, DUA POLITISI DPRD JATIM SIAP BANTU DAN PENUHI KEINGINAN KELUARGA

March 21, 2018

Madura, MercuryFM - Kepedulian dan keprihatinan terkait eksekusi pancung terhadap TKI asal Madura oleh pemerintah Arab Saudi Zaini Misrin TKI yang di eksekusi di Arab Saudi yang berasal dari Desa Kebun, Kamal, Bangkalan, terus mengalir. 

 

Kelangsungan keluarga korban serta permintaan keluarga menjadi perhatian anggota DPRD jatim khusunya dari daerah pemilihan Madura untuk bisa diwujudkan dan di penuhi. Seperti yang dilakukan anggota DPRD Jatim dari  Fraksi PDI Perjuangan Mahud dan dari Fraksi Partai Gerindra Abdul Halim. 

 

Mahud anggota Fraksi PDI Perjuangan melalui lembaga sosial yang dibentuknya di Madura Kaconk Mahfud Institute (KMI) yang mendatangi keluarga koraban, Rabu (21/03/2018), menyatakan keprihatinan terhadap kasus yang menimpa salah satu pahlawan devisa negara tersebut.

 

Sebagai wujud keprihatian dirinya bersama KMI akan membiayai kuliah anak dari korban hukuman pancung tersebut.

 

“Kita ikut bela sungkawa dan prihatin atas kejadian tersebut. Namun yang paling penting adalah bagaimana nantinya anak-anak dari  Zaini Misrin ini lebih punya semangat untuk belajar dan melanjutkan pendidikan,” ujar Mahfud.

 

Kata Mahfud, anak Zaini Misrin yang sudah bekerja supaya tetap semangat untuk bekerja, dan yang masih belajar supaya tetap melanjutkan pendidikan sesuai dengan keinginan.

 

“Insyaallah saya akan bantu melalui KMI untuk membiayai kuliahnya nanti yang penting anak ini harus melanjutkan pendidikan, jangan khawatir masalah biaya. Saya berharap kasus pancung yang dialami Zaini Misrin tidak menimpa masyarakat Indonesia lainnya yang menjadi TKI.,” tegasnya.

 

Sementara itu angota Fraksi Partai Gerindra  Abdul Halim mengharap pemerintah membantu keinginan keluarga, yaitu almarhum H Zaini, TKI yang dihukum mati di Arab Saudi, memulangkan jenazah H. Zaini untuk dimakamkan di kampung halamannya Bangkalan.

 

"Saya sedang berkoordinasi dengan kepala UPT P3TKI Jatim. Agar almarhum bisa dipulangkan ke tanah air, untuk dimakamkan di Bangkalan. Ini sesuai permintaan keluarga. Barangkali bisa jenazah almarhum bisa dipulangkan, meski harapan tersebut sulit diwujudkan. Namun tidak ada salahnya diusahakan," kata Halim usai mendatangi rumah duka di desa Kebun Kecamatan Kamal Bangkalan Madura, Rabu (21/3).

 

Menurut Politisi yang menjadi anggota komisi E DPRD Jatim DPRD Jatim, menyempatkan diri datang langsung bertakziah ke rumah duka, untuk menyampaikan langsung rasa prihatin dan duka mendalam atas peristiwa yang menimpa warga Bangkalan yang menjadi wilayah daerah pemilihannya.

 

"Sebagai wakil rakyat, kan kita coba bantu semaksimal mungkin. Semoga saja usaha kita ini membuahkan hasil. Sekaligus menyampaikan rasa duka kami yang mendalam," tambahnya.

 

Politisi yang juga pernah duduk sebagai ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim ini, juga mengklarifikasi dugaan lepas tangannya pemerintah atas masalah yang menimpa, H Zaini.

 

"Dari penjelasan kedua putranya, mengaku bahwa pemerintah dalam hal ini Kemenlu sudah melakukan upaya sebagaimana mestinya, yaitu memberi pendampingan hukum. Bahkan termasuk  mendatangkan putranya sampai 3 kali ke arab saudi tahun 2015, 2016 dan terakhir 2017 Desember kemarin. Namun takdir menentukan hukuman itu tetap harus dijalankan," ungkap Halim.

 

Ke depan politisi yang juga Ketua  E Satria Jatim ini berharap kejadian ini tidak terulang kembali mengingat banyaknya warga Negara kita yang bekerja di Arab Saudi.

 

"Harus ada perbaikan dari pemerintah untuk membenahi proses pemberangkatan TKI ke luar Negeri. Misalnya dengan membekali mereka dengan berbagai macam ketrampilan, terutama kesiapan mental.  Sehingga bisa lebih siap dan tanggap saat mereka sudah bekerja ke luar negeri. Apalagi mereka  selalu kita sebut sebagai Pahlawan devisa. Maka perlu ada yang lebih untuk penghargaan kepada mereka," pungkasnya. (ari)

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive