• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

DP5A : SURABAYA MILIKI 32 KAMPUNG KB

March 23, 2018

 

Sby,MercuryFM - Apa itu "Kampung KB," tentu akan banyak sahabat-sahabat Mercury yang bertanya-tanya akan hal ini. Ya sahabat Mercury, Kampung KB, seperti disampaikan oleh Djoenijanto Soesilo,SH, dari Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), bahwa Kampung KB ini sudah ada sejak tahun 2016 lalu. Dimana saat itu, terang Djoenijanto, Presiden Indonesia Joko Widodo, meresmikan satu kampung KB di Cirebon, Jawa Barat. Dan dalam perkembangannya, Kampung KB ini pun akhirnya sampai pada Kota Surabaya. "Kemudian tahun 2016, Walikota Surabaya, Tri Risma Harini meresmikan Kampung KB di Kelurahan Sidotopo," terang Mas Djoen demikian sapaan akrab Djoenijanto Soesilo.

Djoen menjelaskan, dipilihnya Kelurahan Sidotopo sebagai Kampung KB oleh Walikota Surabaya saat itu, bukan tanpa alasan. Ini karena, kata Djoen, Kelurahan Sidotopo merupakan wilayah atau kampung yang masuk dalam kategori minimalis dalam artian pencapaian untuk program KB-nya. "Ada daerah-daerah di Kelurahan Sidotopo yang didukung oleh wilayah stren kali, dan yang agak memprihatinkan adalah disana juga ada daerah kumuh, dan ini yang menjadi sasaran," kata Mas Djoen.   

Djoenijanto Soesilo mengatakan, sejatinya Kampung KB itu adalah, jika kampung itu bisa membrandingkan atau mengiklankan dan bisa mensosialisasikan program Keluarga Berencana kepada masyarakat. "Di Surabaya sebenarnya sudah ada 32 Kampung KB. Dan jumlah itu,tersebar diseluruh kecamatan di Surabaya," kata Mas Djoen. Djoenijanto Soesilo berharap, program KB terutama program kependudukan dan pembangunan keluarga ini bisa terlihat jelas dimata masyarakat bahwa KB ada dimana-mana. Dan juga, kata mas Djoen, dengan KB bisa memberikan banyak manfaat kepada masyarakat. "Intinya, kita berharap program ini sebagai model atau icon diseluruh kota di Indonesia termasuk Kota Surabaya ini," tegas anggota DP5A ini.

Djoenijanto Soesilo menjelaskan, bahwa program ini dijalankan dimulai dari tingkat RW. Dan tahun ini, terang Djoen, ada sedikit redevinisi tentang Kampung KB, setelah Kampung KB wilayahnya bisa dicakup oleh kelurahan. Yang artinya, wilayah tanggung jawab moril, tanggung-jawab pekerjaan itu sudah sampai diwilayah kelurahan, termasuk didalamnya adalah RW. "Ini adalah terobosan baru dari pemerintah pusat, untuk mengembangkan KB yang dimulai dari kelurahan. Hasil yang diharapkan sebetulnya simpel, yaitu merubah perilaku masyarakat melalui progran keluarga berencana, diantaranya melalui program kependudukan mulai pembangunan keluarga, mulai dari titik nol dari tingkat RW sampai kelurahan," terang anggota DP5A ini. Harapan lainnya, kata Mas Djoen, program ini bisa tuntas di tahun 2019, dengan muncul kampung-kampung KB yang bisa ramah anak, ramah keluarga, ramah terhadap pendatang dan juga ramah terhadap masyarakat yang peduli terhadap program ini.

"Jadi secara garis besarnya, kami ingin menyampaikan bahwa ini menjadi bagian penting dari icon pembangunan Keluarga Berencana diseluruh Indonesia, khususnya Kota Surabaya," kata Djoenijanto Soesilo.  

Sementara itu, Dra. Seiridah Nur, M.Kes menambahkan, bahwa di Kampung KB itu memang ada beberapa harapan sebenarnya. Ini karena, terang Inung sapaan akrab Seiridah Nur, Kampung KB itu berangkat dari wilayah-wilayah yang sebetulnya dari segi program capaian KB-nya kurang atau minimalis. Terus kata Inung, diberikan sentuhan-sentuhan oleh mereka, yang harapannya bisa menimbulkan atau menciptakan progres diwilayah itu. "Jadi memang yang dipilih adalah memang wilayah yang kurang dalam artian tingkat partisipasi masyarakatnya terhadap program KB," terang Seiridah Nur. Hal ini pun, menurut Inung, bisa dilihat dari permasalahan disana, misalnya dari sisi kependudukan seperti data anak putus sekolah, kepemilikan akte bagi anak-anak didaerah tersebut. Selain itu, kriteria di bidang Keluarga Berencana, seberapa besar masyarakat di daerah itu yang masuk dalam peserta KB aktifnya. "Harapan lainnya, di Kampung KB ini akan ada pusat informasi dan konseling untuk remaja. Sementara ini, memang sudah ada di tingkat kecamatan, hanya saja memang perlu dimaksimalkan lagi," terang Inung sapaan akrab Seiridah Nur. Kedepan, kata Inung, harapannya remaja bisa menjadi Generasi Yang Berencana. (Nl)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags