• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

GUS IPUL : TIGA HAL DI PENDIDIKAN YANG AKAN DIPERHATIKAN SERIUS NANTINYA

March 23, 2018

 

Sby,MercuryFM - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjanjikan pendidikan di Jatim kedepan akan menjadi fokus dirinya dan Puti Guntur Soekarno.

 

Untuk memperkuat pendidikan, ada tiga bidang yang menjadi perhatian pasangan no 2(dua) ini. Yakni kesejahteraan guru, fasilitas pendidikan, dan tata kelola sekolah. 

 

"Kami sepakat untuk memberikan perhatian kepada guru dan sekolah. Baik negeri dan swasta," kata Gus Ipul pada sambutannya ketika menghadiri undangan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Surabaya, Jumat (23/3/2018).

 

 

Dilanjutkan oleh calon yang diusung PKB, PDI Perjuangan, PKS dan Gerindra ini, pertama soal guru. Maka kesejahteraan guru harus diperhatikan. Oleh karenanya, dalam hal peningkatan kesejahteraan guru pihaknya akan melakukan intervensi melalui kebijakan pemerintah provinsi.

 

"Saya sepakat, kita di titik ini juga karena jasa guru. Oleh karenanya kami setuju bahwa perlu adanya intervensi untuk menyejahterakan guru. Terutama guru swasta," jelasnya. 

 

Gus Ipul tak memungkiri bahwa saat ini para guru dihadapkan dengan masalah kesejahteraan. 

 

"Belum lagi dengan moratorium CPNS yang saat ini tengah diberlakukan oleh pemerintah pusat. Ia memahami beratnya sebagai seorang pendidik," jelasnya.

 

Gus Ipul lantas bercerita bahwa ia merupakan anak dari guru agama. Sang ayah, Ahmad Yusuf Cholil adalah guru agama di salah satu SMP Negeri di Pasuruan. Sedangkan sang ibu, Sholichah Hasbulloh, juga merupakan guru agama di salah satu SD Negeri di Pasuruan. 

 

"Bapak dan ibu saya juga merupakan anggota PGRI. Sehingga, dalam darah saya juga mengalir darah PGRI," ucap pasangan Puti Guntur Soekarno ini.

 

Kata Gus Ipul, selain memperhatikan kesejahteraan guru, pihaknya juga akan meningkatkan fasilitas serta memperbaiki tata kelola pendidikan dan sekolah. Di antaranya melalui program Dik Dilan (Pendidikan Gratis Dilanjutkan). 

 

"Kami ingin meningkatkan kualitas para lulusan sekolah melalui wajib belajar 12 tahun. Kami harapkan, peningkatan kualitas pendidikan akan sekaligus berdampak positif mutu lulusannya," pungkasnya.

 

Sementara itu dalam pertemuan yang diikuti  oleh ratusan guru se-Jatim, baik guru aktif hingga pensiunan ini, Ketua PGRI Jatim, Ichwan Sumadi, mengapresiasi dengan adanya program yang pro pendidikan, khususnya bagi para guru. 

 

Terlebih lanjutnya, berdasarkan data yang dimiliki PGRI, saat ini jumlah guru di Jatim mencapai 550 ribu dan baru sekitar 480 ribu yang memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Dari jumlah tersebut, yang bersertifikat baru lah 279 ribu. 

 

"Kami berterimakasih kepada Gus Ipul yang mengerti dengan masalah kami. Kami telah catat dan menjadi masukan penting bagi kami dalam menentukan pilihan," ujar Ichwan ketika dikonfirmasi di sela acara. 

 

Melalui forum tersebut, pihaknya berharap bahwa para anggota bisa menentukan sosok pemimpin terbaiknya yang menurut PGRI harus memenuhi lima kriteria. 

 

"Kriteria sosok pemimpin itu harus lah yang memiliki wawasan luas, dikenal masyarakat, peduli terhadap pendidikan, peduli terhadap nasib guru, dan peduli terhadap PGRI," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive