• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

URAI KEMACETAN DILAKUKAN REKAYASA DISIMPANG KARANGMENJANGAN

March 23, 2018

Sby, MercuryFM - Terus meningkatnya volume kendaraan di kota Surabaya, utamanya pada jam dan kawasan tertentu, Dinas Perhubungan menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu lalin yang sering padat ada di kawasan simpang tiga Karangmenjangan. Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya, Rubben Rico saat phone interview dengan radio Mercury Surabaya, Jumat (23/03/2018), menyebutkan sudah 2 hari ini Dishub telah melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di simpang Karangmenjangan-Moestopo.
Rubben menyebut, uji coba rekayasa lalin karena setiap hari di TL pertigaan Karangmenjangan selalu padat.

"Kendaraan dari Jalan Dharmahusada mengarah Jalan Moestopo kalau pagi antriannya cukup panjang, dan kebalikannya saat sore hari kepadatan dari arah viaduk barat menuju Dharmahusada antriannya panjang, bahkan ekor antrian sampai di TL Moestopo - Dharmawangsa," jelas Rubben. Diakui Rubben kepadatan dikawasan itu selain disebabkan karena tingginya volume kendaraan serta adanya penyempitan lajur. Khususnya dari jalan Moestopo depan FK Unair menuju Jl Dharmahusada, karena awalnya 4 lajur menjadi 2 lajur. Menurut Rubben itupun satu lajur digunakan untuk belok kanan kearah Karangmenjangan. Tidak bisa dipungkiri jalan dikawasan tersebut antriannya menjadi cukup panjang.

Rubben menyebut dari hasil pelaksanaan rekayasa lalin di hari pertama Kamis (22/3) kemarin, perubahan jalur di jalan Karangmenjangan sudah sangat membantu, penyempitan sudah sedikit berkurang utamanya dari arah barat ketimur tidak terganggu oleh antrian kendaraan yang akan belok keselatan. "Rekayasa lalin yang dirubah yakni pergerakan kendaraan yang dari arah timur atau dari Dharmahusada menuju Moestopo sekarang akan dibelokkan keselatan, sementara yang dari arah barat yang akan belok kanan kearah Dharmahusada, akan diarahkan menuju ke selatan," kata Rubben.

Ia menyebut dengan adanya rekayasa ini yang tadinya hanya ada 2 lajur sekarang ada 5 lajur. Rubben mengaku evaluasi rekayasa lalin dikawasan itu akan terus dilakukan selama satu minggu. Rubben menambahkan pada tanggal 27 Maret mendatang, Dishub juga akan melakukan sosialisasi di Jembatan Ujung Galuh. Rubben berharap agar persiapan uji coba di Jembatan Galuh (jalan Ratna) bisa dilakukan sesuai jadwal. "27 Maret nanti bisa di mulai sosialisasi rekayasa lalin sebelum dibukanya Jembatan Ujung Galuh," pungkas Rubben.  (nt)


 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags