• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

TERKESAN BATIK GEDOG TUBAN, PUTI GUNTUR AKAN PERKENALKAN BATIK - BATIK JATIM GO INTERNASIONAL

March 24, 2018

 

Sby,MercuryFM - Selesai mengunjungi Tuban, Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno cukup terkesan dan kagum dengan batik gedog yang menjadi andalan di Bumi Wali tersebut. Kesan tersebut semakin membuat dirinya banyak mendapati beragamnya kekayaan di Jawa Timur. 

 

“Setiap daerah memiliki kekayaan sendiri. Di Tuban, salah satunya, batik gedog,” kata Puti Guntur Soekarno, Sabtu (24/3/2018).

 

Saat mengunjungi salah satu pusat batik gedog di desa Kedungrejo, Kerek, Tuban, Puti terpesona dengan batik yang bahan utamanya yang menggunakan tenun yang berasal dari kapas yang berasal dari halaman masyarakat yang ada disekitar sentra batik.

 

Puti juga melihat alat tenun tradisional, yang dipakai memintal kapas. 

 

“Karena saat menenun, mengeluarkan suara "dog, dog", sehingga dikenal batik gedog. 

Batik gedog layak diangkat ke level nasional, bahkan go internasional," jelasnya.

 

 

Pasangan no urut 2 ini ini juga sempat berbelanja kain batik yang ada, salah satunya bercorak lok can yang motifnya terlihat kuno dan antik. Yang di batik diatas sutra berwana biru, dengan ornamen makhluk supranatural khas Tiongkok. Seperti, burung Hong maupun naga (liong). Dan dirinya ingin mengenakan motif batik itu di forum internasional.

 

Pasangan Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) ini juga mengatakan, selain batik tenun, pelestarian batik tulis yang pengerjaannya secara manual - tradisional dengan menggunakan canting juga harus dilakukan.

 

“Sekarang, di era digital ini, pengenalan produk-produk lokal, seperti batik tenun dan batik tulis bisa dilakukan, misal lewat media sosial,” kata Puti.

 

Cawagub yang diusung PKB, PDI Perjuangan, Gerindra dan PKS ini, berketetapan hati untuk kedepannya memperkuat kerajinan batik di Jatim yang saat ini cukup banyak.

 

“Keberpihakan ini bisa ditempuh dengan berbagai cara, seperti kebijakan anggaran, akses modal, akses pasar, proteksi dan sebagainya,” kata Puti.

 

Tahun 2009, batik Indonesia diakui resmi oleh PBB melalui Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO). Batik dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity).

 

“Maka, sekarang tinggal mengenalkan ke manca negara. Bahwa di Indonesia ini terdapat corak batik tenun dan tulis. Di tiap daerah selalu tidak sama, karena punya ciri khas sendiri," pungkasnya. (ari)

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive