ATASI PERSOALAN ANGKUTAN ON LINE, MTI SARANKAN MORATORIUM DULU


Sby, MercuryFM - Pertambahan jumlah angkutan on line yang yang pesat ternyata memicu polemik dengan munculnya pro dan kontra. Persoalan ini menjadi pembahasan dalam Diskusi Publik bertajuk "Mencari Titik Tengah Keberadaan Angkutan Online Pasca Pemberlakukan Permen no 108 tahun 2017" di Surabaya. Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jatim Dr.Ir Hitapriya Suprayitno mengatakan, yang perlu digaris bawahi dan menjadi prinsip bersama bahwa angkutan online merupakan bisnis transportasi umum non trayek. Karena itu perlu ada berbagai regulasi yang mengaturnya tanpa mengabaikan nilai-nilai demokratis. "Yang menjadi persoalan sekarang adalah jumlah transportasi online yang sekarang berkembang sedemikian pesat" ujar Suprayitno.

Suprayitno menambahkan bisnis layanan transportasi itu berbasis ekonomi kerakyatan. Yang artinya, semua boleh masuk tapi jangan sampai terlalu banyak. "Kuenya 10 diperebutkan 100 orang. Itu tidak baik. Bisnis itu tulang punggung ekonomi negara" lanjutnya. Untuk menata angkutan online Supriyatno mengatakan, sebaiknya pemerintah melakukan moratorium dulu.

"Permen (peraturan menteri) sudah betul tapi telat. Karena sudah sedemikian banyak driver on line. Harus kena kuota" tegasnya. Penataan itu dilakukan dalam berbagai aspek, misalnya terhadap perusahaan penyedia jasa transportasi. Kata Suprayitno, salah kalau pelaku bisnis angkutan on line tidak mau diatur. Seperti uji kir misalnya. "Bisnis transportasi harus aman dan mengutamakan keselamatan" tegas Suprayitno lagi. (alam)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group