• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

KUNJUNGI PASAR, KHOFIFAH AJAK WARGA KOTA BERTANI DIRUMAH MASING MASING

March 28, 2018

 

 

Sby, MercuryFM - Bertani diperkotaaan harus mulai dilakukan oleh masyarakat kota seperti Surabaya. Metode Hidrophonik bisa diterapkan untuk merealisasikan hal itu.

Ini yang di harapkan Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa agar semua warga di kota besar bisa bertani di rumahnya masing-masing dengan cara hidrophonik. Ini sebagai langkah antisipasi ketika bahan kebutuhan pokok merangkak naik.

“Setiap saya kunjungan, tempat pertama yang saya datangi mesti pasar. Karena saya ingin memastikan kebutuhan pokok warga terjamin distribusinya. Nah warga perkotaan juga harus mulai memikirkan ikut bertani dirumah masing masing," ujar Khofifah ketika ditemui di Pasar Wonokromo, Surabaya, Rabu (28/3/2018).

Ia melanjutkan, dari hasil kunjungannya itu diperoleh harga bahan pokok yang selalu naik setiap saat. Mulai dari beras, bawang, cabai, sampai daging. Kondisi itu tentu menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Mantan Menteri Sosial itu ingin masyarakat lebih berdaya dan siap ketika menghadapi kenaikan harga. 

“Pasokan yang stabil dari petani memang menjadi kunci. Tapi semua orang harus bisa mandiri dengan memulai giat menanam dari rumahnya masing-masing,” ungkapnya.

Di kota besar, katanya, mereka bisa membiasakan untuk menanam komoditas seperti cabai, tomat, seledri, maupun komoditas lainnya. 

“Jadi mereka bisa panen setiap hari untuk memenuhi kebutuhannya sendiri,” jelasnya.

Khofifah sendiri mengaku dirinya selama ini sudah memulai menanam di rumahnya sendiri. Bahkan, koleksi tanaman cabai di rumahnya sudah 29 pot.

“Kalau ada tamu datang mereka bisa membawa pot itu ke rumahnya. Ini juga bisa dipakai untuk konsumsi harian,” sambungnya.

Dengan cara itu, katanya, ketika harga cabai meroket, warga tak panik karena mampu mencukupi dari kebunnya sendiri. Cara ini tentu bisa diterapkan di semua kota.

“Tak butuh lahan yang luas. Jadi semua orang bisa melakukannya di rumah masing-masing,” ucapnya.

Sholihah, salah satu pedagang cabai di Pasar Wonokromo mengatakan, harga cabai memang tak tentu. Pihaknya kerap rugi kalau harganya melonjak naik.

Bahkan, ia kerap kasihan pada pembeli ketika menjual dengan harga yang mahal. 

“Kalau pas naik bisa 100%, pembeli juga kaget. Saya juga nggak bisa ambil untung,” jelasnya.

Sebagai pedagang, ibu dua anak ini berharap besar pemimpin di Jatim sering turun ke pasar untuk inspeksi. Minimal permainan harga yang dilakukan para tengkulak bisa dicegah.

“Saya percaya bu Khofifah amanah. Semoga nanti para pedagang di Jatim bisa sejahtera,” katanya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags