• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

DINILAI FAHAM AGAMA DAN BERPENGALAMAN, KYAI TAPAL KUDA DUKUNG KHOFIFAH

March 31, 2018

PROBOLIBGGO, MercuryFM - Ulama dan Kyai tapal kuda nyatakan dukungan terhadap pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak. Mereka siap memenangkan pasangan no urut 1 ini di pilgib jatim nanti.

 

Dukungan ulama dan kyai tapal kuda yang tergabung dalam Aliansi Ulama Tapal Kuda ini, disampaikan disela silaturrahmi yang dilakukan Khofifah di Pesantren Nurul Qodim, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (31/3/2018). 

 

Sekretaris Jenderal Aliansi Ulama se-Tapal Kuda, Ustaz Sufai menilai Khofifah adalah sosok ulama wanita yang pantas memimpin Jawa Timur ke depan.

 

“Kami sangat mendukung bu Khofifah-Emil untuk menjadi Gubernur Jawa Timur. Bu Khofifah sangat pantas memimpin Jawa Timur. Beliau cerdas, mengerti agama juga pengalaman,” kata Ustaz Sufai.

 

Sufai yakin Khofifah adalah sosok yang bisa memimpin Jawa Timur. Dan berharap Khofifah bisa membenahi sistem pendidikan yang dinilai belum memberi dukungan kepada pesantren.

 

“Diharapkan ada perhatian kepada pesantren. Selama ini tanpa ada kontribusi dari pemerintah untuk pesantren masih belum maksimal. Kalau bu Khofifah insyaallah ada perhatian, tidak ditinggal dan lebih maksimal lagi,” tuturnya.

 

 

Sementara itu Khofifah mengatakan menjalin silaturrahmi kepada ulama dan kiai adalah bagian dari doa. Dan ini penting. 

 

“Seluruh proses silaturrahim ini akan menjadi silaturruh. Nyambung jiwa, olah rasa. Jadi silaturruh itu sambung doa. Ada rasa yang terbangun dan ada doa yang akan dimunajatkan," ujarnya.

 

Khofifah mengatakan pesantren adalah basis dari pembentuk kesadaran pancasila di masyarakat. Sehingga, membenahi infrastruktur dan menjamin kesejahteraan guru-guru pesantren adalah kewajiban.

 

"Pancasila pertama mengajak kita, peneguhan aspek-aspek spritualitas dan religiusitas terbangun cukup kuat di pesantren-pesantren. Kalau infrastruktur bisa terbangun dengan baik. Saya rasa prosesnya akan lebih kualitatif dan representatif," ucapnya.

 

Dilanjut oleh ketua Muslinat NU ini, komitmen  untuk memberi kesejahteraan pesantren ini termaktub dalam Jatim Berkah. Dalam Nawa Bhakti kelima ini, mengagas penguatan peran Pondok Pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan menyediakan beasiswa S2 khusus guru diniyah.

 

"Di dalam Nawa Bhakti Satya Kita sudah  menyebut apakah Bosda Madin (Bantuan Operasional Madrasah Diniyyah) ataukah guru Madin, kita ingin meningkatkannya, sampai dengan S2" pungkasnya.

 

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah ulama dan kiai dari wilayah Tapal Kuda. Seperti KH Hasan Abdul Jalal Hasyim, KH Syamsudin Noer, KH Abdul Hadi Nur hingga Pimpinan Majlis Syubbanul Muslimiin KH Hafidzul Hakim Noer.(ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive