• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

DPRD JATIM BENTUK PANSUS LKPJ GUB DAN WAGUB 2017

April 2, 2018

 

Sby,MercuryFM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim bentuk Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Dan Wakil Gubernur Jatim tahun Anggaran 2017. Pansus LKPJ  dipimpin Mahdi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jatim. Pansus bertugas mengevaluasi dan memberikan masukan terkait kinerja eksekutif tahun 2017.

 

Ketua Pansus LKPJ 2017, Mahdi ditemui usai paripurna di DPRD Jatim, Senin (02/04/2018), mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya mengumpulkan data dari seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  di lingkungan Pemprov Jatim. 

 

“Sampai saat ini, kami (pansus, red) masih mengumpulkan data maupun informasi terkait pelaksanaan OPD,” ujarnya.

 

Mahdi menyampaikan, dari data yang didapat melalui OPD nanti akan diramu untuk dilakukan evaluasi terkait LKPJ Gubernur periode 2017. 

 

“Pendalaman terhadap kinerja OPD dengan mengevaluasi lembaga dinas tersebut per tahunnya, sampai jabatan gubernur berakhir,” ujarnya.

 

 

Sementara itu Gubernur Jatim, H Soekarwo saat pembacaan LKPJ mengatakan  Persentase penduduk miskin dan Tingkat Pengangguran Terbuka/TPT masyarakat Jawa Timur terus menurun. Jumlah ini terlihat dalam realisasi capaian kinerja 11 Indikator Kinerja Utama (IKU) Pembangunan Jatim Tahun 2017.

 

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim ini menjelaskan, persentase penduduk miskin Jatim per September 2017 sebesar 11,20 persen atau turun sebesar 0,57 persen dibanding Maret 2017 sebesar 11,77 persen, sedangkan nasional turun sebesar 0,52 persen. 

 

"Dibandingkan tahun lalu, penurunan kemiskinan dari bulan Maret 2016 sampai dengan September 2017 ini turun sangat signifikan, yakni 0,85 persen, sedangkan nasional turun sebesar 0,74 persen. Capaian ini melampaui target kemiskinan yang terdapat dalam RPJMD yaitu sebesar 11,80 – 11,50 persen,” katanya.

 

Secara absolut, lanjutnya, jumlah penduduk miskin Jatim selama Maret-September 2017 juga turun sebanyak 211.740 jiwa, yakni dari 4.617.010 jiwa pada Maret 2017 menjadi 4.405.270 jiwa pada September 2017. Sedangkan persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 7,13 persen, turun dibandingkan Maret 2017 sebesar 7,87 persen.

 

Menurut Pakde Karwo, penurunan ini karena Pemprov Jatim terus gencar melakukan program dan kegiatan untuk menurunkan angka kemiskinan. Program/kegiatan itu meliputi, pertama, program Bantuan Pangan/Beras, Bantuan Khusus Siswa Miskin/BKSM, Bosda Madin dan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni/RTLH.

 

Kedua, meningkatkan pendapatan masyakarat miskin melalui beberapa strategi diantaranya Jalinmantra, Anti Poverty Program, serta adanya koperasi wanita dan koperasi pondok pesantren. Sedangkan program ketiga yakni sinergitas program penanggulangan kemiskinan antara pusat dan daerah melalui Program Keluarga Harapan/PKH, beras sejahtera/rastra dan Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat.

 

Sementara tingkat Pengangguran Terbuka/TPT Jatim pada bulan Agustus 2017 tercatat sebesar 4,00 persen, turun 0,21 persen dibanding Agustus 2016 sebesar 4,21 persen. 

 

“Ini berarti capaian kinerja telah melampaui target yang telah ditetapkan pada RPJMD yaitu sebesar 4,17- 4,08 persen,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

 

Ditambahkannya, dari sisi jumlah angkatan kerja mengalami kenaikan sebanyak 984 ribu orang, dari 19,95 juta orang pada Agustus 2016 meningkat menjadi 20,94 juta orang pada Agustus 2017. Sedangkan jumlah pengangguran mengalami penurunan sebanyak 787 orang dari 839.283 orang pada Agustus 2016 menjadi 838.496 orang pada Agustus 2017. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive