• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

KAWANAN DRIVER TAKSI ONLINE DITANGKAP

April 2, 2018

 

Sby,MercuryFM - Unit Pidana Ekonomi dan Resmob Polrestabes Surabaya menangkap 16 driver taksi online menyusul terungkapnya order fiktif yang mereka lakukan.

"Modusnya, mereka membeli sejumlah akun driver taksi online untuk digunakan sebagai objek order fiktif tersebut" ungkap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Senin 02/04/2018.

Dari 16 tersangka sembilan diantaranya adalah, Rifan, (24), warga Jalan Ketintang, Restu,(20), warga Jagir Sidomukti, Dipo, (31), Jalan Sidosermo, Ville,(28),  warga Jalan Taman Mayangkara. Kemudian I Made,(25), warga Jalan  Gayungsari, lalu Doni, (25), warga Jalan Wiyung dan Rexy, (25), warga Rusun Jalan Cipta Menanggal Tengah, Surabaya serta  Widayat, (45), warga Jalan Brawijaya dan yang terakhir adalah Dikri, (21), warga Jalan Panjunan, Sukodono, Sidoarjo.

Rudi menjelaskan dalam menjalankan aksinya, kawanan itu menggunakan aplikasi ilegal. Kesembilan tersangka tersebut juga beraksi dengan cara membeli akun driver online aktif dari salah satu calo. Perannya ada yang menjadi driver ada pula yang menjadi customer.  Akun khusus driver tersebut dibeli dengan harga Rp 1 hingga Rp 1,5 juta.

Kemudian pada awal Februari lalu, komplotan ini sudah memiliki belasan akun khusus driver yang terpasang  HP masing-masing. Kemudian, para tersangka ini menyiapkan ratusan HP lain untuk menginstal aplikasi khusus penumpang lalu digunakan untuk melakukan order layaknya penumpang taksi online.

Dalam sehari,  para tersangka melakukan order fiktif 16 kali untuk satu akun. Sebab yang mereka kejar hanyalah terget bonus atau intensif yang diberikan oleh perusahaan. Setiap driver akan mendapatkan bonus setelah mendapatkan order atau 16 kali trip yakni sebesar Rp 300 ribu per akun.

“Karena tersangka memiliki beberapa akun, rata-rata dalam seminggu mereka bisa mendapatkan uang Rp 5 juta,” tambah Rudi.

Penyelidikan tersebut dilakukan setelah polisi menerima laporan dari perusahaan salah satu taksi online di Surabaya.

"Sebab berdasarkan data milik perusahaan, ada dugaan kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah oknum driver" lanjutnya.

Setelah dilakukan penyelidikan selama sebulan, kasus itupun akhirnya terungkap.

Sementara itu, kepada polisi salah satu tersangka, Rifan mengatakan, kalau  belajar modus tersebut secara otodidak. Menurutnya modus ini bukanlah modus baru di kalangan driver taksi online, sebab hampir semua driver melakukan hal yang sama. Tapi biasanya mereka hanya berani sekali hingga dua kali dalam sehari.

“Kalau saya hampir setiap hari, dengan bantuan ratusan HP tersebut, sebenarnya agak sulit terlacak,”ungkapnya.

Dalam kasus ini petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain 309 unit HP dari berbagai merk, empat unit mobil yakni Hyundai Santa nopol W 643 XS, Toyota Agya nopol L 1695 JV, mobil Suzuki Ertiga nopol L 1859 KM dan Daihatsu Sirion L 1963 JU.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags