HIPMI JATIM SIAP GANDENG KEMENDAG GUNA REALISASIKAN "PESANTRENPRENEUR"

April 5, 2018

 

Sby, MercuryFM - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Timur siap menggandeng Kementerian Perdagangan untuk merealisasikan program penguatan ekonomi rakyat berbasis pesantren atau yang biasa disebut "pesantrenpreneur".


Ketua Dewan Kehormatan Hipmi Jatim, Muhammad Ali Affandi, mengatakan telah bertemu dan beraudiensi dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta beberapa waktu lalu untuk menjalin kolaborasi dalam menjalankan program tersebut.

"Alhamdulillah saat bertemu Pak Enggartiasto beliau merespons sangat baik. Kami akan berkolaborasi dengan banyak pihak memberdayakan ekonomi pesantren," kata Ali Affandi, seperti yang dilansir dari Antara, Kamis (5/4/2018).

Andi, sapaan akrab Ali Affandi menjelaskan kolaborasi dengan Kemendag rencananya diwujudkan dengan pendampingan manajemen perdagangan produk-produk pesantren.
"Pesantren punya potensi yang sangat besar sebagai penggerak ekonomi umat, karena itu menjadi tugas bersama untuk terus mengoptimalkan potensi tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Hipmi Jatim Mufti Anam berterima kasih telah diterima Mendag beberapa waktu dan komitmen pemerintah pusat dalam mendorong ekonomi umat berbasis pesantren. "Saat ini, telah kami siapkan sejumlah pesantren sebagai proyek percontohan, dengan program yang didukung Kemendag akan kami sudah siapkan roadmap-nya, bahkan nanti bisa membawa produk pesantren go international," katanya.

Kemendag, kata dia, mempunyai kewenangan dalam hal membantu riset pasar luar negeri yang bisa dibidik produk pesantren Tanah Air. Selain itu, roadmap dari sisi pembiayaan untuk usaha pesantren juga sudah disusun dengan tiga skema, yaitu fasilitasi ke bank syariah atau bank wakaf mikro yang telah dilontarkan Presiden Joko Widodo, crowdfunding (pembiayaan bersama), dan angel investor.

Ia menyebut, potensi pesantren sangat besar, dengan jumlah lebih dari 30.000 pesantren dan 5 juta santri serta puluhan juta alumnus, pesantren adalah entitas kuat yang bisa menggerakkan ekonomi umat.

"Tujuan Pesantrenpreneur ini untuk membangkitkan ekonomi kaum muda hingga ke pelosok desa sebagai basis pesantren, dan memperkuat semangat kemandirian ekonomi umat," katanya.

Ia berharap ke depan wacana keislaman mengarah ke penguatan ekonomi umat akan semakin kuat, sehingga tidak hanya berkutat pada perdebatan relasi agama dan negara yang hanya berujung pada maraknya provokasi isu SARA di media sosial.(Dani)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group