Peringati Hari Ibu, BK3S Usung Tradisi Batik Dari Ibu Untuk Negeri


Surabaya, MercuryFM - Rangkaian memperingati Hari Kartini 21 April 2018, BK3S ( Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial) bersama Ratna Busana Jatim mengadakan Semiloka Batik "Dari Ibu Untuk Negeri".

Dalam semiloka yang diselenggarakan di Meeting Room Graha Wiyata lantai 1 Universitas 17 Agustus Surabaya (UNTAG) ini, Pingky Saptadari dari BK3S menyatakan, tidak hanya mengusung skill maupun corak saja tapi juga mengenalkan makna dari motif-motif batik yang merupakan salah satu warisan dunia oleh UNESCO tersebut. Tetapi juga fungsi batik dari mulai kelahiran hingga kematian. Ia juga menambahkan, kekayaan budaya ini juga memiliki peluang usaha kreatif. Tidak hanya mengenalkan seni batik baru yang memiliki brand Batik Teyeng, semiloka itu juga mengetengahkan makna dari tradisi batik Gendongan. Dr Ir Lintu Sulistyantoro Dosen Fakultas Senin dan Desain UK Petra dalam semiloka itu mengatakan, tradisi Gendongan Jawa memiliki dua jenis yaitu gendongan bayi dan gedongan barang. Gendongan bayi terbuat dari batik sedangkan gendongan barang dari tenun.

"Gendongan bayi ini memiliki makna agar bayi tidak rewel dan diharapkan bisa tumbuh dengan baik", terang Lintu Sulistyantoro, Kamis (05/04/18).

Gendongan sendiri terdiri dua macam. Yaitu Gendongan Pedalaman yang memiliki motif batang berbentuk sulur suluran daun yang bermakna kesuburan. Kemudian Gendongan Pesisiran memiliki komposisi sangat khas. Gendongan ini merupakan gabungan budaya lokal dan peranakan China. (liz)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group