BRI SYARIAH SIAP MELANTAI DI BURSA EFEK INDONESIA

April 6, 2018

 

 

Jkt, MercuryFM - PT Bank BRI Syariah Tbk atau BRI Syariah memastikan siap melantai di bursa saham Indonesia, dalam  paparan Publik (Public Expose) dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). 

"Tujuan IPO ini guna memperoleh tambahan dana dari masyarakat yang akan digunakan Perseroan dalam pengembangan bisnis sekaligus memperkuat industri syariah di Tanah Air," kata Direktur Utama BRI Syariah Moch. Hadi Santoso di Jakarta, seperti yang dikutip dalam keterangan persnya, Jumat (6/4/2018).

Hadi memaparkan ini merupakan IPO pertama bagi bank syariah dengan status anak perusahaan bank BUMN. BRISyariah adalah anak perusahaan dari bank BUMN terbesar di Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Hadi mengungkapkan, BRI Syariah segera melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2018. Total saham yang ditawarkan BRI Syariah kepada masyarakat dalam IPO ini adalah sebanyak-banyaknya 2.623.350.600 lembar saham. 

Keseluruhannya merupakan saham baru. Total jumlah saham tersebut ekuivalen dengan 27 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor BRI Syariah setelah IPO. Masa penawaran awal akan berlangsung dari 5 April hingga 20 April 2018.

Hadi menegaskan, IPO ini merupakan langkah strategis bagi BRI Syariah untuk menjadi bank syariah terbesar di Indonesia. "Untuk menuju visi BRI Syariah menjadi bank ritel modern terbesar di Indonesia, maka kami segera mengakselerasi ekspansi perusahaan dimulai dengan penguatan modal inti perusahaan. IPO ini akan menempatkan BRISyariah menjadi bank kategori BUKU III sehingga akan memudahkan dalam pengembangan produk dan jaringan," katanya.

Dalam aksi korporasi ini, BRISyariah telah menunjuk empat penjamin pelaksana emisi atau Joint Lead Underwriters, yaitu PT Bahana Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Indo Premier Sekuritas dengan kesanggupan penuh atau full commitment berdasarkan hasil penawaran awal (bookbuilding).

Hadi menjelaskan, dana segar yang diperoleh melalui IPO, sekitar 80 persen akan digunakan oleh BRI Syariah untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan syariah. Selanjutnya, sekitar 12,5 persen untuk pengembangan sistem Teknologi Informasi, dan 7,5 persen  untuk pengembangan jaringan kantor cabang dari Sabang (Sumatera) sampai Merauke (Papua).

Langkah IPO ini merupakan rangkaian program ekspansi bisnis BRI Syariah setelah sukses menerbitkan Sukuk Subordinasi Mudharabah pada tahun 2016 dengan jumlah dana yang terkumpul mencapai Rp1 triliun. Karena itu, Hadi mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari BRI Syariah.

"Melalui IPO ini kami mengajak masyarakat Indonesia untuk memiliki saham BRI Syariah dan bersama-sama menuju terciptanya ekonomi yang sehat dengan prinsip syariah yang mengedepankan kepercayaan, keadilan, menghormati sesama, kebenaran, dan toleransi, melalui penerapan ethical financing," katanya. 

"Prinsip syariah merupakan hak bagi semua umat dan golongan yang ada di dunia. Diperkuat dengan seluruh jaringan Bank BRI, BRI Syariah akan senantiasa menjaga amanah untuk membawa berkah bagi seluruh masyarakat," pungkas Hadi.(Dani)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive