• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

SEJALAN DENGAN PROGRAM PUTI GUNTUR, KAMI SERUKAN GERAKAN HIDUP SEHAT

April 6, 2018

 

Sby,MercuryFM - Memaksimalkan kwalitas sumber daya manusia yang percaya diri, menjadi faktor penting untuk kemajuan peradaban bangsa.

Setiawan, Koordinator Kolaborasi Anak Muda Indonesia (KAMI) mengatakan, survey nasional oleh CSIS pada November 2017 menyebutkan, bahwa 94,8 persen generasi muda milenial di rentang usia 19-29 tahun optimis akan masa depan.

"Artinya, ini merupakan investasi mental yang dapat dikemas dalam bentuk gerakan pemuda yang tepat. Hanya kemudian bagaimana kelompok milenial ini dimobilisasi sebagai subjek pembangunan nasional melalui peran-perannya di masyarakat, " ujarnya.

Setiawan dalam diskusi bertajuk Health and Creative Talk yang berlangsung di sebuah cafe milenilal di Jl. Pacar Surabaya pada Jum'at 06/04/2018 menegaskan, gerakan pemuda harus diawali dari kesadaran akan pentingnya hidup sehat. Artinya dalam melakukan perubahan, kaum muda harus mampu mengkampanyekan pesan-pesan pola hidup sehat kepada masyarakat sekitar yang dimulai dari diri sendiri. Dengan membangun kesadaran hidup sehat dan menumbuhkan komitmen  dari sehat diri, sehat lingkungan, sehat Indonesia.

"Data  CSIS tahun 2017 menunjukkan bahwa 40 persen generasi muda milenial kita menempatkan persoalan kesehatan sebagai sebagai sumber dari kebahagiaan hidup," lanjut Setiawan.

Menurutnya, kebahagiaan merupakan energi moral agar seseorang lebih mudah bergerak ke arah yang lebih baik. Selanjutnya mendorong generasi muda yang percaya diri untuk mengasah kreatifitasnya di berbagai bidang. Sebagai alat untuk meningkatkan peran-peran kepeduliannya di masyarakat.

"Maka dengan ini Kolaborasi Anak Muda Indonesia (KAMI) mengajak kepada seluruh generasi muda milenial untuk bergerak bersama," paparnya

Setiawan menambahkan, kaum muda harus punya identitas tegas. Dengan mengoptimalkan kreatifitasnya dalam kolaborasi wadah gerakan pemuda yang kreatif dan visioner.

"Mengkonsolidasikan diri dalam kegiatan dan agenda kepedulian terhadap sesama sebagai wujud pemenuhan panggilan kemanusiaan dengan hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat," jelas Mantan Cak Ning Surabaya itu.

Sementara itu Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana yang hadir sebagai key note speaker  dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi gerakan ini. Menurutnya, kepedulian kaum muda terhadap masalah kesehatan patut mendapat dukungan dari Pemerintah. Ini juga selaras dengan harapan Puti Guntur Soekarno.

"Anak-anak muda, kaum milenial tak hanya bicara masalah digital, tapi juga tentang kesehatan,"katanya.

Ia menambahkan, masalah kesehatan berkaitan dengan pola hidup sehat. Dampak negatif efek negatif dari gadget harus diperangi oleh para kaum muda.

"Karena banyak faktor negatif gadget yang membuat pola hidup mereka gak sehat,"tegasnya.

Whisnu menilai gerakan Kolaborasi Anak Muda Indonesia berawal dari anak muda dan kembali untuk anak muda. Pemerintah hanya memfasilitasi.

"Kita harapkan mereka (anak muda) bergerak di lingkungan mereka, dengan polanya sendiri," tuturnya

Whisnu yang juga menjabat ketua DPC PDIP Kota Surabaya itu menambahkan, kaum milenial bergerak dengan gayanya. Untuk melakukan sosialisasi hidup sehat di komunitasnya dan lebih luas ke masyarakat.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload