PENTINGNYA AKHLAK DALAM PENDIDIKAN DI ERA MILENIAL

April 7, 2018

 

Surabaya, MercuryFm - "Membangun Generasi Milenial yang ber Akhlak Mulia" menjadi tema dalam pengajian akbar di Lapangan Parkir Selatan SD MUhammadiyah 4 Pucang Surabaya pada Sabtu 07/04/2018. Yang dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. H Din Syamsuddin. Dalam sambutannya mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menekankan pentingnya akhlak dalam pendidikan.

"Pendidikan yang dianut Muhammadiyah menekankan pentingnya akhlak yang bahasa sekarang sebagai pendidikan karakter, budi luhur atau budi mulia" ujar Dien Syamsudin.

Menurut Dien Syamsudin lingkungan juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi akhlak. Tidak hanya pendidkan disekolah saja.

“Pendidikan menekankan akhlak mulia. Keberhasilan pendidikan menekankan Asmahul Husna dalam diri manusia. Sekarang faktor ajar sudah baik namun terkadang faktor lingkungan bisa membelokkan. Karena itu faktor ajar penting, di dalamnya sekolah, orangtua dan lingkungan,” ucap Dien Syamsudin.

Dien menambahkan Muhammadiyah dari awal ingin membentuk kader yang berperan disemua lini mulai tingkat nasional sampai internasional.

Sementara itu Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur meminta lembaga pendidikan di 38 kabupaten/kota, membangun jaringan dengan Pondok Pesantren Internasional Dea Malela di Dusun Pamangong, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pesan ini disampaikan Arbaiyah Yusuf, mewakili Majelis Dikdasmen PWM Jatim yang turut hadir dalam pengajian akbar itu.

“Di Pondok ini betul-betul pondok internasional untuk membangun generasi skala dunia, hasilkan ilmuwan muslim skala dunia yang berjejaring,” ujarnya.

Arbaiah menambahkan, pengajian akbar yang bertema Membangun Generasi Milenial yang Berakhlaq Mulia ini, sejalan dengan semangat membangun penguatan pendidikan karakter untuk bangsa yang bermartabat. Konsep ini sejalan dengan upaya Muhammadiyah untuk terus membangun generasi cerdas dan berakhlaq mulia.

Kasek SD Muhammadiyah 4 Pucang Edi Susanto, M.Pd menyebut lembaga pendidikannya terus diminati masyarakat. Bahkan jumlah siswa dari waktu ke waktu meningkat. Sekarang saja untuk keseluruhan siswa mencapai  1.047 siswa lebih.

“Dinas Pendidikan sampai meminta kita menerapkan pembatasan. Respon masyarakat yang demikian menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dan akademik yang diterapkan pihaknya berhasil" pungkas Edi Susanto.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group