BAHAYA DARI SAMPAH POPOK

April 11, 2018

 

Sby, MercuryFM - Sekarang semuanya serba praktis, tidak terkecuali dengan kebutuhan perawatan balita. Para orang tua merasa lebih praktis dengan menggunakan popok sekali pakai (pospak), tapi ternyata penggunaannya menimbulkan masalah lingkungan. Dan karena Pemerintah dinilai gagal mengendalikan Banjir Popok, maka muncullah Aksi Gerakan Sadar Popok di Pengadilan Negeri Surabaya Jl Arjuno pada Kamis, 12/4/2018 Jam 09.00 WIB.

Brigade Evakuasi Popok (BEP), dalam siaran persnya mengungkapkan, Banjir Popok di Brantas Ancam Ekosistem dan Kesehatan. Dimana bahan baku penyusun popok 100% adalah bahan berbahaya dan beracun (B3), SAP menyusun 42% pospak bahan kimia berbentuk serbuk ini, akan berubah menjadi Gel penyerap cairan, dengan kemampuan hingga 200x, selain menurunkan kelembapan kulit senyawa B3 ini, jika terurai dialam akan menjadi mikroplastik & microbeads yang mencemari ekosistem dan biota perairan.

Dan  Brigade Evakuasi Popok (BEP) melakukan survey kepada 700 orang ibu-ibu yang tinggal di kawasan Urban atau perumahan dan dikawasan pinggiran kota (Sub Urban). Dari Survey ini menunjukkan 92,8% ibu-ibu di kawasan perumahan lebih merasa nyaman dan dimudahkan jika menggunakan Pospak, namun perilaku ibu-ibu dalam membuang popoknya masih kurang memperhatikan aspek keamanan lingkungan karena tanpa membersihkan dulu kotoran yang menempel di pospak sebelum dibuang (85%). Pospak dibuang dialiran sungai, juga dikarenakan adanya mitos suleten di masyarakat.

Perilaku masyarakat di perumahan yang membuang sampah pospaknya ke tempat sampah, ternyata itu berbeda dengan masyarakat di pinggiran, yang sebagian besar (62,5%) masyarakat di kawasan pinggiran masih membuang sampak pospak ke sungai. Padahal air sungai di Surabaya masih menjadi bahan baku utama PDAM Gresik, Surabaya dan Sidoarjo. Dalam survey pada Juli 2017 mengacu pada data BPS 2013, menunjukkan jika jumlah bayi di sepanjang aliran Brantas berjumlah 750.000 bayi, sedangkan survey pemakaian pospak menunjukka rata-rata 4 pospak/bayi/hari, maka setiap hari ada 3 juta sampah popok yang dibuang ke media lingkungan.

Sejak Juli 2017 Brigade Evakuasi Popok (BEP) sudah memberikan himbauan kepada kantor Staf Presiden, KLHK, DLH Propinsi Jatim, DLH Kota/Kabupaten yang dialiri Brantas. Tapi, himbauan ini tidak mendapatkan respon serius, karena hingga April 2018 Tim Evakuasi Brigade Evakuasi Popok (BEP) masih menemukan timbunan sampah Pospak di Jembatan Karangpilang, kali Pelayaran, beberapa jembatan di Kabupaten/Kota Kediri, Jembatan di Kota/kabupaten Malang dan di wilayah Sidoarjo. Untuk itu Brigade Evakuasi Popok (BEP) mengajak Masyarakat untuk terlibat mengurangi pemakaian pospak dan menggunakan popok kain yang lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan.(YN)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive