HIMKI HIMBAU PERBAIKAN TATA NIAGA KAYU


Sby, MercuryFM - Terkait kondisi kayu di Indonesia yang sampai saat ini bisa dikatakan masih kurang terkelola dengan baik terutama terkait sistem tata niaga, mendapat perhatian khusus dari Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI).

Sekretaris Jenderal HIMKI, Abdul Sobur mengatakan, akibatnya jumlah pasokan kayu di dalam negeri saat ini semakin minim dan harga kayu pun kian melonjak. Sehingga, para pelaku industri mebel harus mengimpor kayu.

"Kayu yang diimpor saat ini jumlahnya sekitar 25-30 persen. Tetapi, seharusnya ini bisa diperbaiki supaya para pelaku industri mebel tidak sampai mengimpor," kata Abdul Sobur, Selasa (17/4/2018).

Sobur mengakui selain belum terkelola dengan baik, akses bahan baku kayu di dalam negeri yang masih sulit juga menjadi penyebab para pelaku industri mebel harus mengimpor.

"Tak hanya itu, distribusi yang panjang juga membuat harga kayu semakin naik. Belum lagi program tanam kembali yang masih belum terencana dengan pasti. Sehingga kita kekurangan pasokan,” jelasnya.

Kendati demikian, Sobur berharap kepada pemerintah sebagai pemegang otoritas regulasi untuk membuat kebijakan yang bisa mendukung pertumbuhan usaha industri mebel.

"Seperti aturan yang mempersulit impor barang untuk kepentingan industri dengan tujuan ekspor supaya dimudahkan, termasuk bagi pelaku usaha yg belum memiliki KITE," pungkasnya.(Dani)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group